Halaman

Rabu, 01 April 2020

PERTOLONGAN HANYA DARI TUHAN


Mazmur 121:1-8
Pertolongan Hanya Dari Tuhan
Pendahuluan :
Sebagai seorang raja (Daud) sudah tentu, dia berkuasa, kaya, juga dikelilingi penasehat dan para ahli dalam berbagai bidang.  Tetapi dalam Mazmur 121:1-8, diperlihatkan bahwa Daud sedang mengalami pergumulan. Pergumulan ini membuatnya berusaha keras untuk  mendapatkan pertolongan. Namun pertolongan tidak didapatkan dari manapun juga, rupanya masalah yang dihadapinya terlalu besar untuk dapat ditolong, sampai Daud mengeluarkan kata-kata “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku ?”.
Pengalaman dari pemazmur ini tidak asing bagi kita, sebab kitapun juga sering menghadapinya. Akibat persoalan yang berat, terkadang ada orang yang kehilangan iman, doa dan pengharapan, bahkan ada yang mulai menyalahkan Tuhan, dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak mendengar doa permohonannya, dll.  Dan pada akhirnya menyerah dengan keadaan.
          Ketika Daud berjuang  dengan masalah-masalahnya, dan ketika Daud menyerah, Tuhan mulai menguatkan, mulai menolongnya dan akhirnya pemazmur mengakui “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi”.  Ia mulai sadar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dirinya. Terkadang kitapun seringkali bertindak demikian, sampai kita menyerah dengan usaha dan kekuatan kita sendiri. Sebab itu kita perlu menyerahkan segala masalah dan pergumulan kita kepadaNya sebab Ia akan bertindak.
Dari ayat 3 hingga ayat 8, kita dapat menemukan rahasia dari pertolongan Tuhan:
1.     Tuhan menolong di MASA LALU
          Pemazmur mengakui bahwa Allah itu adalah Allah Israel. Istilah Allah Israel berhubungan dengan sejarah masa lalu, berbicara soal pertolongan dan kehadiran Allah di masa lalu. Allah telah terbukti kesetiaan dan kebaikanNya kepada umat Israel di masa lalu. Ia membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Ia menuntun melalui padang gurun, hingga masuk ke tanah perjanjian. Di tanah perjanjian Allah tetap memberkati dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel. Tuhan tidak pernah tertidur,Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel”. Namun kesetiaan ini juga diikuti oleh disiplin dari Tuhan apabila umat Israel mulai lupa akan Tuhan. Inilah yang direnungkan oleh pemazmur ketika ia datang kepada Tuhan. Tuhan dimasa lalu adalah Tuhan yang setia.
2.     Tuhan menolong di MASA KINI
          Pemazmur juga merenungkan kalau Tuhan itu adalah Tuhan di masa lalu, maka Ia juga adalah Tuhan di masa kini. Pemazmur katakan : Tuhanlah penjagamu, Tuhanlah naunganmu, di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang atau bulan pada waktu malam. Pemazmur setelah merenungkan pertolonganNya di masa lalu, ia dikuatkan dan meyakini bahwa Tuhan itu juga menolong di masa pemazmur hidup. Pertolongan Tuhan begitu nyata, hingga Ia menjadi pelindung pada waktu siang dan malam. Seringkali kita juga tidak menyadari, bahwa banyak pertolongan Tuhan yang sedang dilakukanNya baik yang kecil hingga yang besar. Hanya sering kelemahan kita juga seperti kelemahan pemazmur, yaitu hanya melihat pertolongan yang besar saja, sedangkan yang kecil sering luput dari pengamatan. Setelah sadar, pemazmur mulai mengucap syukur kepada Allah.
3.     Tuhan Penolong di MASA AKAN DATANG
Pemazmur mulai yakin, apabila Tuhan itu penolong  dalam sejarah dan juga di masa kini, maka Tuhan itupun adalah penolong di masa yang akan datang. Pemazmur mengatakan : “Tuhan AKAN menjaga engkau terhadap segala kecelakaan, Ia AKAN menjaga nyawamu. Tuhan AKAN menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya”.
Pertolongan di  masa yang akan datang bagi pemazmur begitu penting. Pemazmur menyadari bahwa persoalan dalam hidup manusia selalu ada, sebab itu pemazmur percaya kepada Tuhan yang menjaga selalu langkah-langkahnya, baik ia keluar rumah, maupun kembali kepada keluarganya.
          Jadi  ketiga pertolongan Tuhan yang berhubungan dengan waktu kemarin, sekarang dan yang akan datang, adalah suatu pertolongan Tuhan yang begitu nyata. Kita harus melihat kasih Tuhan di masa lalu sebagai bukti bahwa Ia tidak pernah  meninggalkan kita, sehingga kita dikuatkan dan diteguhkan, jangan berputus asa. Kemudian berdasarkan pertolonganNya di masa lalu, kita harus juga percaya bahwa Dia tetap berada bersama kita di masa kini, menyertai dengan Roh Kudus-Nya. Kita juga harus percaya dan menggantungkan hidup masa depan kita dalam tangan Yesus, karena Dia Allah yang mahatahu tentang masa depan yang baik. Ia akan terus melaksanakan rencanaNya dalam hidup kita hingga pda akhirnya. Paulus berkata dalam Filipi 1: 6 “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhir pada hari Kristus Yesus”.
Kesimpulannya :
Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia, Ialah Bapa kita yang senantiasa membuka tanganNya untuk menolong kita sesuai dengan kehendakNya. Jadi ingatlah, di tengah-tengah kondisi saat ini, yang salah satunya dampak dari merebaknya Virus Corona di Indonesia, kita harus tetap percaya dan bergantung penuh kepadaNya. Dialah sumber kehidupan, kota benteng perlindungan dan kubu pertahanan kita satu-satunya. Tuhan sudah menolong kita di masa lalu, Tuhan masih tetap setia menolong di masa kini, dan Dia tetap akan menolong kita untuk masa datang. Serahkanlah hidupmu dan segala persoalanmu kepadaNya.

by:Ps.Susandi