Pengunjung

Sabtu, 29 Agustus 2020

Warta Jemaat 30 Agustus 2020

 


Warta Jemaat,30 Agustus 2020

GSJA Tanjung Batu Wanea-Manado

Jalan Sam Ratulangi No. 316. Tanjung Batu - Wanea

Manado 95117 – Sulawesi Utara

 MENYENANGKAN HATI TUHAN

Zakharia 7: 1-14

Apa yang dapat membuat kita merasa senang? (Inggris “GLAD”) artinya bersinar. Senang hati dapat terekspresi dengan senyum. Pemazmur dalam Mzm 92:5  menyanyikan pujian tentang Tuhan: “Sebab telah Kau buat aku bersuka cita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.” Senang hati adalah suatu emosi yang sedang dirasakan atau pernah dirasakan oleh setiap orang pada suatu masa dalam hidupnya. Kita dapat membuat suatu daftar yang sangat panjang tentang apa yang dapat membuat saya atau  kita merasa senang. Tetapi apakah kita pernah merenungkan apa menyenangkan hati Tuhan?  Apa yang dapat menimbulkan senyum di wajah Tuhan? Apa yang membuat Tuhan senang? “Tiga hal yang pasti menyenangkan hati Tuhan”.

1.     Ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan (ayat 1-7)

Kita menyenangkan Tuhan ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan. Kitab Zakharia pasal 7 menjelaskan keadaan yang terjadi 2 tahun setelah nabi Zakharia mendapat penglihatan-penglihatan dari Tuhan, yang dijelaskan dalam pasal-pasal sebelumnya. Pasal 7 menjelaskan kondisi dimana orang-orang Yahudi telah menyelesaikan kira-kira separuh dari pekerjaan membangun kembali Bait Allah. Tujuannya menurut ayat 2 adalah “untuk melunakkan hati Tuhan” atau dengan kata lain mereka datang untuk berdoa dan mencari perkenanan Tuhan. Tapi Tuhan bertanya: “Apakah engkau benar-benar melakukan doa puasa dan pengakuan dosa untuk Aku? Apakah semua ritual agama yang dilakukan karena engkau benar-benar bertobat dan siap untuk taat, ataukah karena engkau ingin memanfaatkan Aku untuk memperoleh apa yang engkau inginkan?”

2.     Ketika kita berbuat sesuatu yang benar untuk sesama (ayat 8-10)

Banyak orang berpikir bahwa  hubungan kita dengan Tuhan sama sekali tidak terkait dengan kualitas hubungan kita dengan sesama. Tetapi hal itu sia-sia. Rasul Yohanes menuliskan pada 1 Yoh 4: 20 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Pada Ayat 9: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!” “Laksanakanlah hukum yang benar.” masing.” Bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan? Perlakukanlah orang lain dengan benar dengan kebajikan, kesabaran, belas kasihan dan kasih sayang, sama seperti kita berharap orang lain memperlakukan kita.

3.     Ketika kita taat atas apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita (11-1)      

Rasa sakit yang paling dalam di hati Tuhan adalah karena anak-anak-Nya yang tidak taat. Pelanggaran kita menimbulkan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, atau bahkan penghukuman. Tetapi sebaliknya, ketaatan menimbulkan kesenangan dalam hati  Tuhan. Zakharia menekankan hal ini dalam ayat 11-14 dengan memperingatkan Israel tentang konsekuensi dari ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Bagaimana menyenangan hati Tuhan? Caranya adalah dengan menaati perintah Tuhan maka akan membawa kesenangan di dalam hati-Nya. 

Renungan:

Apakah kita ingin mengisi hati Tuhan dengan sukacita, berbuat untukNya, mengasihi sesam serta berjalan dalam ketaatan kepada-Nya? Kasih Tuhan kepada kita tidak pernah berubah. Ia selalu mengasihi kita terlepas dari apa kita lakukan terhadapNya. Saudara ingatlah bahwa sikap, perkataan, dan tindakan kita menentukan apakah kasih Tuhan itu kasih dalam keadaan marah, sedih, atau suka-cita.


Petugas Ibadah Minggu Bulan  September 2020

Tugas

6

13

20

27

WL

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

Ibu J. Anna Mait

Ibu J. Mailiangkay

Tim Musik

Armando dkk

Khotbah

Gembala

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

 

Bpk D. Waabeng

Doa Persembahan & Syafaat

Ibu Y. Tombokan

Ibu M. Gosal

Ibu J. Palunsu

Ibu J. Kilay

Doa Penutup dan Berkat

Gembala

 

 

POKOK-POKOK DOA

·         Bagi keselamatan Rakyat Indonesia 7 kesejahteraan Bangsa Indonesia

·         Mohon hikmat dan Kebijaksanaan bagi pemerintah Indonesia, Pemerintah Sulawesi Utara, dan Pemerintah Manado

·         Berkat keteguhan iman jemaat dan kesiapan terlibat dalam penginjilan

·         Berkat kesehatan, lapangan pekerjaan, pendidikan jemaat

·         Berkat masa depan yang cemerlang bagi anak-anak dan pemuda gereja

·         Keterlaksanaan program-program gereja focus pada pemenangan jiwa baru

·         Jemaat terhindar dari Covid 19 dan segera boleh beribadah bersama di Gedung gereja

·         Terjadi Unity atau kesatuan jemaat

 

 

Sabtu, 01 Agustus 2020

ORANG KRISTEN YANG BERBUAH (YOHANES 15:1-8)

Khotbah :Pdt.Susandi
Di perumpamaan ini Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai "pokok anggur yang benar" dan orang percaya sebagai "ranting". 
Allah dilukiskan tukang kebun yang memelihara ranting-ranting itu supaya tetap berbuah (ayat 2, 8). Buah adalah kualitas tabiat Kristen yang memuliakan Allah melalui hidup dan kesaksian sehingga menjadi berkat bagi sesama. Allah mengharapkan agar semua orang percaya berbuah. Yesus berbicara tentang dua macam ranting (orang percaya) : Ada yang berbuah dan ada yang tidak berbuah. 
1. Ranting yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih. "Ranting-ranting" ini dipotong oleh Bapa, yaitu dipisahkan dari hubungan yang vital dengan Kristus (bd. Mat 3:10). Bila mereka tidak lagi tinggal dalam Kristus, Allah menghakimi dan menolak mereka (Yoh 15:6). 
2. Ranting-ranting yang berbuah adalah orang-orang yang memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih Bagaimanakah cara untuk menjadi orang Kristen yang berbuah (hidup langgeng dengan Kristus) ?. Yohanes memberikan pengajaran, bagaimana seharusnya hidup orang Kristen agar tetap langgeng dengan Kristus yaitu 1. TINGGALLAH DI DALAM AKU (ayat 4). Setelah seseorang percaya kepada Kristus dan menerima pengampunan dosa, dia menerima hidup kekal dan kuasa untuk tetap tinggal di dalam Kristus. Setelah kuasa itu diberikan, orang percaya harus menerima tanggung jawab supaya tetap selamat dan tinggal di dalam Kristus. Orang percaya hanya mempunyai hidup Kristus selama hidup Kristus mengalir ke dalamnya dengan tetap tinggal di dalam Dia. 
Syarat-syarat untuk tinggal dalam Kristus ialah: 
(a) memelihara Firman Allah senantiasa dalam hati dan pikiran serta menjadikannya penuntun tindakan kita (ayat Yoh 15:7); 
(b) memelihara kebiasaan persekutuan yang intim dan tetap dengan Kristus supaya mengambil kekuatan daripada-Nya (ayat Yoh 15:7); 
(c) menaati perintah-perintah-Nya, tinggal dalam kasih-Nya (ayat Yoh 15:10) dan saling mengasihi (ayat Yoh 15:12,17); (d) memelihara kebersihan hidup kita melalui Firman Allah, menolak segala dosa dan tunduk kepada pimpinan Roh Kudus (ayat Yoh 15:2, 3). 
2. Ranting yang tidak Berbuah akan DIBUANG (Yoh 15:6). Dampak dari kegagalan untuk tetap tinggal di dalam Kristus adalah ketidakmampuan untuk berbuah (Yoh 15:4-5), dibuang dari Kristus dan kebinasaan (Yoh 15:2,6). Yesus memberikan peringatan yang serius namun penuh kasih bahwa ada kemungkinan orang percaya meninggalkan imannya, hubungan keselamatan di antara Kristus dan orang percaya bersifat progresif sementara Kristus hidup dalam orang percaya dan memberikan hidup ilahi kepadanya (Kol 3:4; 1Yoh 5:11-13; 3. Akibat bila Selalu Tinggal di dalam Kristus (Yoh 15:4) a. Hidupnya menjadi bersih dan jadi berkat (ayat 2b). b. Dapat melakukan banyak hal (5b) c. Ia menjadi murid Yesus (7b) d. Doanya dijawab oleh Tuhan (7) E. Sukacita menjadi penuh (11)


Sabtu, 16 Mei 2020

WARTA JEMAAT 17 MEI 2020


JADI MURID YANG BENAR
(Ringkasan Khotbah 17 Mei 2020)

Teks : Lukas 10 : 1 – 12. (Yesus Mengutus tujuh puluh murid)

Pembacaan alkitab ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang ingin dipercayakan kepadaNya untuk dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab. Terdapat beberapa bagian yang ingin disampaikan dalam bacaan ini, yaitu :
 (Ayat 1 dan 2)  Kemudian daripada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh muridnya yang lain lalu mengutus mereka berdua dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. KataNya kepada mereka: “ Tuainnya memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu. Ayat ini menggambarkan bahwa bahwa sebelum kematiannya sudah banyak pengikutNya yang memperlakukan dirinya sebagai murid sehingga tidak sulit untuk mencari 70 orang untuk memberitakan injil di daerah Galelia dan Yudea. Tuaian merupakan gambaran tentang kumpulan orang percaya. (Yoh 4 : 35) Tetapi aku berkata kepadamu: lihatlah sekelilingmu dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk di tuai.
(Ayat 3) Pergilah sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah tengah srigala. Ayat ini memberikan gambaran bahwa tugas yang Tuhan percayakan kepada murid-muridnya tidak ringan, artinya banyak tantangan yang akan dihadapi sehingga digambarkan seperti anak domba ditengah srigala. Bacaan selanjutnya dijelaskan syarat-syarat dalam menjalankan tugas seperti jangan membawa pundi pundi atau bekal atau kasut. Larangan ini memberi makna bahwa waktunya sangat mendesak (singkat) karena itu menuntut tindakan yang cepat. Jangan memberi salam kepada siapapun supaya tidak berbasa-basi.
(Ayat 9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Bacaan Alkitab ini dimulai dengan kata” Kemudian daripada itu” yang memberi makna bahwa sebelum Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya, Dia sedang/telah melaksanakan pekerjaan dan mujisat mujisat di tempat lain. Karena itu kalimat ini dapat diberi makna bahwa sementara  melakukan pekerjaan-pekerjaan lain, Dia mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan pekerjaan besar lainnya yaitu mendahului ke tempat-tempat yang akan dilalui atau di datangiNya. Dewasa ini masih kita orang percaya masih berada dalam suasana kebangkitan, sambil menunggu kenaikan Tuhan Yesus ke surge. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga terjadi setelah mengalami kematian dan kebangkitan. Tentu saja penantian ini merupakan wujud dari keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita imani sebagai juru selamat telah melewati masa-masa sulit sebagai bentuk pengorbanan dan sebagai komitmenNya untuk menebus kita umat manusia yang telah berdosa agar supaya kita diselamatkan.( baca Yoh. 3:16).  Namun ada hal atau sisi lain yang saya ingin kita renungkan bersama yaitu apa yang diajarkan dan dikuasakan Tuhan Yesus kepada 70 murid sebelum hari raya pondok daun. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengutus 70 orang muridnya ke kota-kota yang hendak dilaluiNya. Penugasan ini tentu saja dijalankan dengan penuh tanggunjawab murid-muridnya sebagai wujud dari kesetiaan/ketaatan murid-murid Nya untuk mendukung dan menunjang karya penyelamatan Allah. Tuaiannya memang banyak bahkan sudah matang dan menguning menunjuk pada banyak orang yang hendak ikut Yesus tapi tenaga untuk membantu masih kurang, karena itu Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya untuk melibatkan diri secara langsung untuk bekerja dengan kuasa yang telah diberikan kepada mereka. Karena itu para murid diberi kuasa antara lain untuk menyembuhkan orang yang sakit (ayat 9).
Menanti kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan saat-saat yang sangat penting bagi orang percaya. Dianggap sangat penting karena malalui kebangkitan Juru selamat kita ada kepastian iman bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan benar-benar bangkit, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah bapa. Hal inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi kita sehingga kita tetap teguh dan selalu berharap dan menyerahkan totalitas hidup kita kepadanya. Sebagaimana Tuhan Yesus mengutus dan menunjuk 70 orang muridnya, demikian juga kita sebagai umat pilihannya. Kita diberi tugas dan kewenangan untuk menjadi penuai di ladang yang sudah menguning, menuai jiwa jiwa yang haus akan kehadiran juru selamat, kita ditugaskan untuk menjadi saksi ditengah-tengah kehidupan umat manusia. Kita ditugaskan untuk menjadi berkat bagi orang lain, kita diberi tugas untuk menjadi saksi tentang Tuhan Yesus Kristus dimanapun kita pergi dan berada. Fenomena “Covid 19  telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Sekalipun umat manusia terancam “kematian” akibat dari virus ini, namun telah memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia, termasuk kita orang percaya. Pembelajaran antara lain betapa mahal dan pentingnya memanfaatkan gereja sebagai tempat memuji dan memuliakan Tuhan Yesus. Setelah berbulan-bulan kita tida bisa beribadah di gereja, kini kita menyadari bahwa selama ini kita menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri untuk memuliakan Tuhan. Karena itu mari kita belajar dari situasi sulit ini bagaimana kita sepenuhnya berserah sepenuhnya kepada Dia pemilik kehidupan, sambil lebih taat dan rajin muntuk menjalankan tugas dan kepercayaan yang Tuhan percayakan pada masing-masing kita. Ingat tuaian memang banyak tapi tetapi pekerja sedikit, sehingga memerlukan kita untuk bekerja di lading Tuhan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.


WARTA JEMAAT 17 Maret 2020





(Ringkasan Khotbah 17 Mei 2020)
Teks : Lukas 10 : 1 – 12. (Yesus Mengutus tujuh puluh murid)

Pembacaan alkitab ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang ingin dipercayakan kepadaNya untuk dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab. Terdapat beberapa bagian yang ingin disampaikan dalam bacaan ini, yaitu :
 (Ayat 1 dan 2)  Kemudian daripada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh muridnya yang lain lalu mengutus mereka berdua dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. KataNya kepada mereka: “ Tuainnya memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu. Ayat ini menggambarkan bahwa bahwa sebelum kematiannya sudah banyak pengikutNya yang memperlakukan dirinya sebagai murid sehingga tidak sulit untuk mencari 70 orang untuk memberitakan injil di daerah Galelia dan Yudea. Tuaian merupakan gambaran tentang kumpulan orang percaya. (Yoh 4 : 35) Tetapi aku berkata kepadamu: lihatlah sekelilingmu dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk di tuai.
(Ayat 3) Pergilah sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah tengah srigala. Ayat ini memberikan gambaran bahwa tugas yang Tuhan percayakan kepada murid-muridnya tidak ringan, artinya banyak tantangan yang akan dihadapi sehingga digambarkan seperti anak domba ditengah srigala. Bacaan selanjutnya dijelaskan syarat-syarat dalam menjalankan tugas seperti jangan membawa pundi pundi atau bekal atau kasut. Larangan ini memberi makna bahwa waktunya sangat mendesak (singkat) karena itu menuntut tindakan yang cepat. Jangan memberi salam kepada siapapun supaya tidak berbasa-basi.
(Ayat 9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Bacaan Alkitab ini dimulai dengan kata” Kemudian daripada itu” yang memberi makna bahwa sebelum Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya, Dia sedang/telah melaksanakan pekerjaan dan mujisat mujisat di tempat lain. Karena itu kalimat ini dapat diberi makna bahwa sementara  melakukan pekerjaan-pekerjaan lain, Dia mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan pekerjaan besar lainnya yaitu mendahului ke tempat-tempat yang akan dilalui atau di datangiNya. Dewasa ini masih kita orang percaya masih berada dalam suasana kebangkitan, sambil menunggu kenaikan Tuhan Yesus ke surge. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga terjadi setelah mengalami kematian dan kebangkitan. Tentu saja penantian ini merupakan wujud dari keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita imani sebagai juru selamat telah melewati masa-masa sulit sebagai bentuk pengorbanan dan sebagai komitmenNya untuk menebus kita umat manusia yang telah berdosa agar supaya kita diselamatkan.( baca Yoh. 3:16).  Namun ada hal atau sisi lain yang saya ingin kita renungkan bersama yaitu apa yang diajarkan dan dikuasakan Tuhan Yesus kepada 70 murid sebelum hari raya pondok daun. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengutus 70 orang muridnya ke kota-kota yang hendak dilaluiNya. Penugasan ini tentu saja dijalankan dengan penuh tanggunjawab murid-muridnya sebagai wujud dari kesetiaan/ketaatan murid-murid Nya untuk mendukung dan menunjang karya penyelamatan Allah. Tuaiannya memang banyak bahkan sudah matang dan menguning menunjuk pada banyak orang yang hendak ikut Yesus tapi tenaga untuk membantu masih kurang, karena itu Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya untuk melibatkan diri secara langsung untuk bekerja dengan kuasa yang telah diberikan kepada mereka. Karena itu para murid diberi kuasa antara lain untuk menyembuhkan orang yang sakit (ayat 9).
Menanti kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan saat-saat yang sangat penting bagi orang percaya. Dianggap sangat penting karena malalui kebangkitan Juru selamat kita ada kepastian iman bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan benar-benar bangkit, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah bapa. Hal inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi kita sehingga kita tetap teguh dan selalu berharap dan menyerahkan totalitas hidup kita kepadanya. Sebagaimana Tuhan Yesus mengutus dan menunjuk 70 orang muridnya, demikian juga kita sebagai umat pilihannya. Kita diberi tugas dan kewenangan untuk menjadi penuai di ladang yang sudah menguning, menuai jiwa jiwa yang haus akan kehadiran juru selamat, kita ditugaskan untuk menjadi saksi ditengah-tengah kehidupan umat manusia. Kita ditugaskan untuk menjadi berkat bagi orang lain, kita diberi tugas untuk menjadi saksi tentang Tuhan Yesus Kristus dimanapun kita pergi dan berada. Fenomena “Covid 19  telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Sekalipun umat manusia terancam “kematian” akibat dari virus ini, namun telah memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia, termasuk kita orang percaya. Pembelajaran antara lain betapa mahal dan pentingnya memanfaatkan gereja sebagai tempat memuji dan memuliakan Tuhan Yesus. Setelah berbulan-bulan kita tida bisa beribadah di gereja, kini kita menyadari bahwa selama ini kita menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri untuk memuliakan Tuhan. Karena itu mari kita belajar dari situasi sulit ini bagaimana kita sepenuhnya berserah sepenuhnya kepada Dia pemilik kehidupan, sambil lebih taat dan rajin muntuk menjalankan tugas dan kepercayaan yang Tuhan percayakan pada masing-masing kita. Ingat tuaian memang banyak tapi tetapi pekerja sedikit, sehingga memerlukan kita untuk bekerja di lading Tuhan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.


WARTA JEMAAT 15 Maret 2020





Allah Yang Rahmani & Rahimi
(Ringkasan Khotbah 22 Pebruari 2020)
Teks : Yesaya 49:14-15
Yesaya 49 ditulis sekitar abad ke 7-6 SM, dimana Israel (umat Tuhan) diijinkan untuk dikalahkan oleh bangsa Babel (bangsa penyembah berhala). Ayat 14-15, merupakan suatu dialog antara Israel dan Tuhannya. Israel tidak memahami mengapa Tuhan mengijinkan umat-Nya mengalami ini. Dalam ayat 14-15, ada 4 istilah yang membuat kita mengerti, tentang masalah diijinkan Tuhan dalam hidup kita (meninggalkan, menyayangi, kandungan dan melupakan)
1. Kata “meninggalkan” (IbraniAzab, = Padang Gurun)
a) Padang gurun (Manusia): Padang gurun tempat yang sukar. Gambaran kehidupan
     seseorang yang sedang mengalami masalah, kesulitan, pencobaan.
b) Padang gurun (Allah/iman Kristen): Tempat di mana Allah mendemontrasikan
    mujisatNya, kasih dan penyertaan-Nya.
          Bila diijinkan Tuhan kita di padang gurun, lihatlah dari perspektif Allah/iman
          Kristen (Masmur 136:16). Makna Padang gurun (Ditinggalkan):
1)  Datang tiba-tiba/To leave in the lurch. Pergumulan, pencobaan, masalah datangnya selalu tiba-tiba. Kita harus selalu siap
2)  Sisa-sisa/To leave the rest. Perasaan dibiarkan, dikucilkan, tidak berguna
3)  Pergumulan/To leave for finality and completeness. Ditinggalkan untuk tujuan penyempurnaan.
2.  Istilah menyayangi dan kandungan
a)       Menyayangi (compassion), dan kandungan (womb), (Ibrani: Racham dan Rechem/Rachim/Rahim). Allah menyayangi umatNya digambarkan seperti seorang ibu menjaga anak yang dikandungnya. Musa mengatakan: Tuhan, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar, dan berlimpah kasih setiaNya. Daud berkata: Biarlah aku jatuh kedalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayangNya. Musa dan Daud mengerti betul siapa Allah yang sedang mendisiplin dirinya.
b)       Dari Istilah Racham dan Rachim,  muncullah istilah Rahmani dan Rahimi, Allah yang penuh rahmat dan sayang.
3.  Kata “Melupakan”, don’t want to leave, but to leave it - tidak ingin meninggalkan tetapi ditinggalkan juga). Istilah ini juga dipakai dalam Mazmur 22:2.
a)       Seringkali kemuliaan, pertolongan, mujisat Allah dinyatakan lewat tantangan, pergumulan dan pencobaan
b)       Banyak orang percaya tidak mau menerima tantangan, pergumulan, pencobaan yang datangnya dari Tuhan
c)       Relakan diri saudara dibentuk oleh Tuhan, agar mengalami pengalaman-pengalaman iman dengan Nya lewat padang gurun masalah. Agar kita bisa dipakai untuk menyaksikan mujisat Tuhan kepada orang lain.
Kesimpulan
Yesaya 41:18: Tuhan mampu mengubah padang gurun saudara menjadi telaga dan mata air; Yesaya 51:3: Tuhan mampu mengubah padang gurun sdr menjadi taman Eden dan taman Tuhan.


Jumat, 15 Mei 2020

WARTA JEMAAT 08 Maret 2020


KEHIDUPAN YANG MENYEBABKAN TUHAN MENCURAHKAN BERKATNYA
(Ringkasan Kotbah 23 Pebruari 2020)
Teks : Kejadian 6:1-22

Saat ini kejahatan manusia sudah mencapai tahap seperti pada zaman Nuh. Tetapi ada suatu kehidupan dimana Tuhan tidak menahan berkat-berkat Nya kepada orang percaya. Berkat yang dimaksud bukan hanya materi tetapi damai sejahtera yang akan membawa orang percaya semakin dekat dengan Tuhan. Kita belajar dari kehidupan Nuh, agar berkat-berkat Tuhan dicurahkan kepada kita. Beberapa alasan sehingga Nuh special di mata Tuhan :
1.      Nuh hidup benar, tidak bercacat cela (ayat 9). Pada waktu itu bumi telah rusak dan penuh dengan kekerasan (ayat 11), semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi (ayat 12). Tapi Nuh hidup benar. Kita juga harus menjaga agar hidup kita tetap benar seperti Nuh.
2.      Nuh hidup bergaul dengan Allah (ayat 9b). Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Jemaat Tuhan juga harus bergaul akrab dengan Tuhan, diantaranya melalui Doa minimal ½ jam dan baca Alkitab (1 pasal) setiap harinya. Sedangkan PI, sedikitnya Doa (selama 1 jam) serta baca Alkitab (3 pasal) setiap harinya
3.      Nuh hidup taat kepada Tuhan (ayat 22). Jemaat Tuhan juga harus hidup taat kepada Tuhan dengan cara melakukan Firman Nya. Taburlah ketaatan maka berkat-berkat akan dicurahkan kepada jemaat. Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Ada bebeapa hal lain yagn akan diberikan kepada orang percaya apabila melakukan Firman Nya, seperti dalam 1 Korintus 2:9, Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
4.      Nuh memberikan persembahan yang harum kepada Tuhan (Kejadian 8:20). Hidup jemaat adalah persembahan ayng harum di hadapan Tuhan, sebab itu berikanlah hidupmu kepada Nya.




Rabu, 01 April 2020

PERTOLONGAN HANYA DARI TUHAN


Mazmur 121:1-8
Pertolongan Hanya Dari Tuhan
Pendahuluan :
Sebagai seorang raja (Daud) sudah tentu, dia berkuasa, kaya, juga dikelilingi penasehat dan para ahli dalam berbagai bidang.  Tetapi dalam Mazmur 121:1-8, diperlihatkan bahwa Daud sedang mengalami pergumulan. Pergumulan ini membuatnya berusaha keras untuk  mendapatkan pertolongan. Namun pertolongan tidak didapatkan dari manapun juga, rupanya masalah yang dihadapinya terlalu besar untuk dapat ditolong, sampai Daud mengeluarkan kata-kata “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku ?”.
Pengalaman dari pemazmur ini tidak asing bagi kita, sebab kitapun juga sering menghadapinya. Akibat persoalan yang berat, terkadang ada orang yang kehilangan iman, doa dan pengharapan, bahkan ada yang mulai menyalahkan Tuhan, dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak mendengar doa permohonannya, dll.  Dan pada akhirnya menyerah dengan keadaan.
          Ketika Daud berjuang  dengan masalah-masalahnya, dan ketika Daud menyerah, Tuhan mulai menguatkan, mulai menolongnya dan akhirnya pemazmur mengakui “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi”.  Ia mulai sadar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dirinya. Terkadang kitapun seringkali bertindak demikian, sampai kita menyerah dengan usaha dan kekuatan kita sendiri. Sebab itu kita perlu menyerahkan segala masalah dan pergumulan kita kepadaNya sebab Ia akan bertindak.
Dari ayat 3 hingga ayat 8, kita dapat menemukan rahasia dari pertolongan Tuhan:
1.     Tuhan menolong di MASA LALU
          Pemazmur mengakui bahwa Allah itu adalah Allah Israel. Istilah Allah Israel berhubungan dengan sejarah masa lalu, berbicara soal pertolongan dan kehadiran Allah di masa lalu. Allah telah terbukti kesetiaan dan kebaikanNya kepada umat Israel di masa lalu. Ia membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Ia menuntun melalui padang gurun, hingga masuk ke tanah perjanjian. Di tanah perjanjian Allah tetap memberkati dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa Israel. Tuhan tidak pernah tertidur,Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel”. Namun kesetiaan ini juga diikuti oleh disiplin dari Tuhan apabila umat Israel mulai lupa akan Tuhan. Inilah yang direnungkan oleh pemazmur ketika ia datang kepada Tuhan. Tuhan dimasa lalu adalah Tuhan yang setia.
2.     Tuhan menolong di MASA KINI
          Pemazmur juga merenungkan kalau Tuhan itu adalah Tuhan di masa lalu, maka Ia juga adalah Tuhan di masa kini. Pemazmur katakan : Tuhanlah penjagamu, Tuhanlah naunganmu, di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang atau bulan pada waktu malam. Pemazmur setelah merenungkan pertolonganNya di masa lalu, ia dikuatkan dan meyakini bahwa Tuhan itu juga menolong di masa pemazmur hidup. Pertolongan Tuhan begitu nyata, hingga Ia menjadi pelindung pada waktu siang dan malam. Seringkali kita juga tidak menyadari, bahwa banyak pertolongan Tuhan yang sedang dilakukanNya baik yang kecil hingga yang besar. Hanya sering kelemahan kita juga seperti kelemahan pemazmur, yaitu hanya melihat pertolongan yang besar saja, sedangkan yang kecil sering luput dari pengamatan. Setelah sadar, pemazmur mulai mengucap syukur kepada Allah.
3.     Tuhan Penolong di MASA AKAN DATANG
Pemazmur mulai yakin, apabila Tuhan itu penolong  dalam sejarah dan juga di masa kini, maka Tuhan itupun adalah penolong di masa yang akan datang. Pemazmur mengatakan : “Tuhan AKAN menjaga engkau terhadap segala kecelakaan, Ia AKAN menjaga nyawamu. Tuhan AKAN menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya”.
Pertolongan di  masa yang akan datang bagi pemazmur begitu penting. Pemazmur menyadari bahwa persoalan dalam hidup manusia selalu ada, sebab itu pemazmur percaya kepada Tuhan yang menjaga selalu langkah-langkahnya, baik ia keluar rumah, maupun kembali kepada keluarganya.
          Jadi  ketiga pertolongan Tuhan yang berhubungan dengan waktu kemarin, sekarang dan yang akan datang, adalah suatu pertolongan Tuhan yang begitu nyata. Kita harus melihat kasih Tuhan di masa lalu sebagai bukti bahwa Ia tidak pernah  meninggalkan kita, sehingga kita dikuatkan dan diteguhkan, jangan berputus asa. Kemudian berdasarkan pertolonganNya di masa lalu, kita harus juga percaya bahwa Dia tetap berada bersama kita di masa kini, menyertai dengan Roh Kudus-Nya. Kita juga harus percaya dan menggantungkan hidup masa depan kita dalam tangan Yesus, karena Dia Allah yang mahatahu tentang masa depan yang baik. Ia akan terus melaksanakan rencanaNya dalam hidup kita hingga pda akhirnya. Paulus berkata dalam Filipi 1: 6 “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhir pada hari Kristus Yesus”.
Kesimpulannya :
Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia, Ialah Bapa kita yang senantiasa membuka tanganNya untuk menolong kita sesuai dengan kehendakNya. Jadi ingatlah, di tengah-tengah kondisi saat ini, yang salah satunya dampak dari merebaknya Virus Corona di Indonesia, kita harus tetap percaya dan bergantung penuh kepadaNya. Dialah sumber kehidupan, kota benteng perlindungan dan kubu pertahanan kita satu-satunya. Tuhan sudah menolong kita di masa lalu, Tuhan masih tetap setia menolong di masa kini, dan Dia tetap akan menolong kita untuk masa datang. Serahkanlah hidupmu dan segala persoalanmu kepadaNya.

by:Ps.Susandi