Pengunjung

Sabtu, 16 Mei 2020

WARTA JEMAAT 15 Maret 2020





Allah Yang Rahmani & Rahimi
(Ringkasan Khotbah 22 Pebruari 2020)
Teks : Yesaya 49:14-15
Yesaya 49 ditulis sekitar abad ke 7-6 SM, dimana Israel (umat Tuhan) diijinkan untuk dikalahkan oleh bangsa Babel (bangsa penyembah berhala). Ayat 14-15, merupakan suatu dialog antara Israel dan Tuhannya. Israel tidak memahami mengapa Tuhan mengijinkan umat-Nya mengalami ini. Dalam ayat 14-15, ada 4 istilah yang membuat kita mengerti, tentang masalah diijinkan Tuhan dalam hidup kita (meninggalkan, menyayangi, kandungan dan melupakan)
1. Kata “meninggalkan” (IbraniAzab, = Padang Gurun)
a) Padang gurun (Manusia): Padang gurun tempat yang sukar. Gambaran kehidupan
     seseorang yang sedang mengalami masalah, kesulitan, pencobaan.
b) Padang gurun (Allah/iman Kristen): Tempat di mana Allah mendemontrasikan
    mujisatNya, kasih dan penyertaan-Nya.
          Bila diijinkan Tuhan kita di padang gurun, lihatlah dari perspektif Allah/iman
          Kristen (Masmur 136:16). Makna Padang gurun (Ditinggalkan):
1)  Datang tiba-tiba/To leave in the lurch. Pergumulan, pencobaan, masalah datangnya selalu tiba-tiba. Kita harus selalu siap
2)  Sisa-sisa/To leave the rest. Perasaan dibiarkan, dikucilkan, tidak berguna
3)  Pergumulan/To leave for finality and completeness. Ditinggalkan untuk tujuan penyempurnaan.
2.  Istilah menyayangi dan kandungan
a)       Menyayangi (compassion), dan kandungan (womb), (Ibrani: Racham dan Rechem/Rachim/Rahim). Allah menyayangi umatNya digambarkan seperti seorang ibu menjaga anak yang dikandungnya. Musa mengatakan: Tuhan, Pengasih dan Penyayang, Panjang sabar, dan berlimpah kasih setiaNya. Daud berkata: Biarlah aku jatuh kedalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayangNya. Musa dan Daud mengerti betul siapa Allah yang sedang mendisiplin dirinya.
b)       Dari Istilah Racham dan Rachim,  muncullah istilah Rahmani dan Rahimi, Allah yang penuh rahmat dan sayang.
3.  Kata “Melupakan”, don’t want to leave, but to leave it - tidak ingin meninggalkan tetapi ditinggalkan juga). Istilah ini juga dipakai dalam Mazmur 22:2.
a)       Seringkali kemuliaan, pertolongan, mujisat Allah dinyatakan lewat tantangan, pergumulan dan pencobaan
b)       Banyak orang percaya tidak mau menerima tantangan, pergumulan, pencobaan yang datangnya dari Tuhan
c)       Relakan diri saudara dibentuk oleh Tuhan, agar mengalami pengalaman-pengalaman iman dengan Nya lewat padang gurun masalah. Agar kita bisa dipakai untuk menyaksikan mujisat Tuhan kepada orang lain.
Kesimpulan
Yesaya 41:18: Tuhan mampu mengubah padang gurun saudara menjadi telaga dan mata air; Yesaya 51:3: Tuhan mampu mengubah padang gurun sdr menjadi taman Eden dan taman Tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar