(Ringkasan Khotbah 17 Mei 2020)
Teks
: Lukas 10 : 1 – 12. (Yesus Mengutus tujuh puluh murid)
Pembacaan
alkitab ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus mengajak murid-muridnya untuk
melaksanakan tugas dan pekerjaan yang ingin dipercayakan kepadaNya untuk
dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab. Terdapat beberapa bagian yang ingin
disampaikan dalam bacaan ini, yaitu :
(Ayat 1 dan 2)
Kemudian daripada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh muridnya yang lain lalu
mengutus mereka berdua dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak
dikunjungiNya. KataNya kepada mereka: “ Tuainnya memang banyak, tetapi pekerja
sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia
mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu. Ayat ini menggambarkan bahwa
bahwa sebelum kematiannya sudah banyak pengikutNya yang memperlakukan dirinya
sebagai murid sehingga tidak sulit untuk mencari 70 orang untuk memberitakan
injil di daerah Galelia dan Yudea. Tuaian merupakan gambaran tentang kumpulan
orang percaya. (Yoh 4 : 35) Tetapi aku berkata kepadamu: lihatlah sekelilingmu
dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk di tuai.
(Ayat
3) Pergilah sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah tengah
srigala. Ayat ini memberikan gambaran bahwa tugas yang Tuhan percayakan kepada
murid-muridnya tidak ringan, artinya banyak tantangan yang akan dihadapi
sehingga digambarkan seperti anak domba ditengah srigala. Bacaan selanjutnya
dijelaskan syarat-syarat dalam menjalankan tugas seperti jangan membawa pundi
pundi atau bekal atau kasut. Larangan ini memberi makna bahwa waktunya sangat
mendesak (singkat) karena itu menuntut tindakan yang cepat. Jangan memberi
salam kepada siapapun supaya tidak berbasa-basi.
(Ayat
9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada
mereka: Kerajaan Allah sudah dekat
padamu. Bacaan Alkitab ini dimulai dengan kata” Kemudian daripada itu” yang
memberi makna bahwa sebelum Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya, Dia
sedang/telah melaksanakan pekerjaan dan mujisat mujisat di tempat lain. Karena
itu kalimat ini dapat diberi makna bahwa sementara melakukan pekerjaan-pekerjaan lain, Dia
mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan pekerjaan besar lainnya yaitu
mendahului ke tempat-tempat yang akan dilalui atau di datangiNya. Dewasa ini masih kita orang percaya
masih berada dalam suasana kebangkitan, sambil menunggu kenaikan Tuhan Yesus ke
surge. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga terjadi setelah mengalami kematian dan
kebangkitan. Tentu saja penantian ini merupakan wujud dari keyakinan kita bahwa
Tuhan Yesus yang kita imani sebagai juru selamat telah melewati masa-masa sulit
sebagai bentuk pengorbanan dan sebagai komitmenNya untuk menebus kita umat
manusia yang telah berdosa agar supaya kita diselamatkan.( baca Yoh. 3:16). Namun
ada hal atau sisi lain yang saya ingin kita renungkan bersama yaitu apa yang
diajarkan dan dikuasakan Tuhan Yesus kepada 70 murid sebelum hari raya pondok
daun. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengutus 70 orang muridnya ke kota-kota yang
hendak dilaluiNya. Penugasan ini tentu saja dijalankan dengan penuh
tanggunjawab murid-muridnya sebagai wujud dari kesetiaan/ketaatan murid-murid
Nya untuk mendukung dan menunjang karya penyelamatan Allah. Tuaiannya memang
banyak bahkan sudah matang dan menguning menunjuk pada banyak orang yang hendak
ikut Yesus tapi tenaga untuk membantu masih kurang, karena itu Tuhan Yesus
mengajak ke 70 muridnya untuk melibatkan diri secara langsung untuk bekerja
dengan kuasa yang telah diberikan kepada mereka. Karena itu para murid diberi
kuasa antara lain untuk menyembuhkan orang yang sakit (ayat 9).
Menanti
kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan saat-saat yang sangat penting bagi
orang percaya. Dianggap sangat penting karena malalui kebangkitan Juru selamat
kita ada kepastian iman bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan benar-benar
bangkit, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah bapa. Hal
inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi kita sehingga kita tetap teguh dan
selalu berharap dan menyerahkan totalitas hidup kita kepadanya. Sebagaimana
Tuhan Yesus mengutus dan menunjuk 70 orang muridnya, demikian juga kita sebagai
umat pilihannya. Kita diberi tugas dan kewenangan untuk menjadi penuai di
ladang yang sudah menguning, menuai jiwa jiwa yang haus akan kehadiran juru
selamat, kita ditugaskan untuk menjadi saksi ditengah-tengah kehidupan umat
manusia. Kita ditugaskan untuk menjadi berkat bagi orang lain, kita diberi
tugas untuk menjadi saksi tentang Tuhan Yesus Kristus dimanapun kita pergi dan
berada. Fenomena “Covid 19 “ telah banyak memberikan pelajaran berharga
bagi kita semua. Sekalipun umat manusia terancam “kematian” akibat dari virus ini, namun telah memberikan banyak
pelajaran bagi umat manusia, termasuk kita orang percaya. Pembelajaran antara
lain betapa mahal dan pentingnya memanfaatkan gereja sebagai tempat memuji dan
memuliakan Tuhan Yesus. Setelah berbulan-bulan kita tida bisa beribadah di
gereja, kini kita menyadari bahwa selama ini kita menyia-nyiakan waktu yang
Tuhan beri untuk memuliakan Tuhan. Karena itu mari kita belajar dari situasi
sulit ini bagaimana kita sepenuhnya berserah sepenuhnya kepada Dia pemilik
kehidupan, sambil lebih taat dan rajin muntuk menjalankan tugas dan kepercayaan
yang Tuhan percayakan pada masing-masing kita. Ingat tuaian memang banyak tapi tetapi
pekerja sedikit, sehingga memerlukan kita untuk bekerja di lading Tuhan. Amin. Tuhan
Yesus Memberkati.