Halaman

Sabtu, 16 Mei 2020

WARTA JEMAAT 17 Maret 2020





(Ringkasan Khotbah 17 Mei 2020)
Teks : Lukas 10 : 1 – 12. (Yesus Mengutus tujuh puluh murid)

Pembacaan alkitab ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang ingin dipercayakan kepadaNya untuk dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab. Terdapat beberapa bagian yang ingin disampaikan dalam bacaan ini, yaitu :
 (Ayat 1 dan 2)  Kemudian daripada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh muridnya yang lain lalu mengutus mereka berdua dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. KataNya kepada mereka: “ Tuainnya memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu. Ayat ini menggambarkan bahwa bahwa sebelum kematiannya sudah banyak pengikutNya yang memperlakukan dirinya sebagai murid sehingga tidak sulit untuk mencari 70 orang untuk memberitakan injil di daerah Galelia dan Yudea. Tuaian merupakan gambaran tentang kumpulan orang percaya. (Yoh 4 : 35) Tetapi aku berkata kepadamu: lihatlah sekelilingmu dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk di tuai.
(Ayat 3) Pergilah sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah tengah srigala. Ayat ini memberikan gambaran bahwa tugas yang Tuhan percayakan kepada murid-muridnya tidak ringan, artinya banyak tantangan yang akan dihadapi sehingga digambarkan seperti anak domba ditengah srigala. Bacaan selanjutnya dijelaskan syarat-syarat dalam menjalankan tugas seperti jangan membawa pundi pundi atau bekal atau kasut. Larangan ini memberi makna bahwa waktunya sangat mendesak (singkat) karena itu menuntut tindakan yang cepat. Jangan memberi salam kepada siapapun supaya tidak berbasa-basi.
(Ayat 9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Bacaan Alkitab ini dimulai dengan kata” Kemudian daripada itu” yang memberi makna bahwa sebelum Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya, Dia sedang/telah melaksanakan pekerjaan dan mujisat mujisat di tempat lain. Karena itu kalimat ini dapat diberi makna bahwa sementara  melakukan pekerjaan-pekerjaan lain, Dia mengajak murid-muridnya untuk melaksanakan pekerjaan besar lainnya yaitu mendahului ke tempat-tempat yang akan dilalui atau di datangiNya. Dewasa ini masih kita orang percaya masih berada dalam suasana kebangkitan, sambil menunggu kenaikan Tuhan Yesus ke surge. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga terjadi setelah mengalami kematian dan kebangkitan. Tentu saja penantian ini merupakan wujud dari keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita imani sebagai juru selamat telah melewati masa-masa sulit sebagai bentuk pengorbanan dan sebagai komitmenNya untuk menebus kita umat manusia yang telah berdosa agar supaya kita diselamatkan.( baca Yoh. 3:16).  Namun ada hal atau sisi lain yang saya ingin kita renungkan bersama yaitu apa yang diajarkan dan dikuasakan Tuhan Yesus kepada 70 murid sebelum hari raya pondok daun. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengutus 70 orang muridnya ke kota-kota yang hendak dilaluiNya. Penugasan ini tentu saja dijalankan dengan penuh tanggunjawab murid-muridnya sebagai wujud dari kesetiaan/ketaatan murid-murid Nya untuk mendukung dan menunjang karya penyelamatan Allah. Tuaiannya memang banyak bahkan sudah matang dan menguning menunjuk pada banyak orang yang hendak ikut Yesus tapi tenaga untuk membantu masih kurang, karena itu Tuhan Yesus mengajak ke 70 muridnya untuk melibatkan diri secara langsung untuk bekerja dengan kuasa yang telah diberikan kepada mereka. Karena itu para murid diberi kuasa antara lain untuk menyembuhkan orang yang sakit (ayat 9).
Menanti kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan saat-saat yang sangat penting bagi orang percaya. Dianggap sangat penting karena malalui kebangkitan Juru selamat kita ada kepastian iman bahwa Yesus yang kita percaya sebagai Tuhan benar-benar bangkit, kemudian naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah bapa. Hal inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi kita sehingga kita tetap teguh dan selalu berharap dan menyerahkan totalitas hidup kita kepadanya. Sebagaimana Tuhan Yesus mengutus dan menunjuk 70 orang muridnya, demikian juga kita sebagai umat pilihannya. Kita diberi tugas dan kewenangan untuk menjadi penuai di ladang yang sudah menguning, menuai jiwa jiwa yang haus akan kehadiran juru selamat, kita ditugaskan untuk menjadi saksi ditengah-tengah kehidupan umat manusia. Kita ditugaskan untuk menjadi berkat bagi orang lain, kita diberi tugas untuk menjadi saksi tentang Tuhan Yesus Kristus dimanapun kita pergi dan berada. Fenomena “Covid 19  telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Sekalipun umat manusia terancam “kematian” akibat dari virus ini, namun telah memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia, termasuk kita orang percaya. Pembelajaran antara lain betapa mahal dan pentingnya memanfaatkan gereja sebagai tempat memuji dan memuliakan Tuhan Yesus. Setelah berbulan-bulan kita tida bisa beribadah di gereja, kini kita menyadari bahwa selama ini kita menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri untuk memuliakan Tuhan. Karena itu mari kita belajar dari situasi sulit ini bagaimana kita sepenuhnya berserah sepenuhnya kepada Dia pemilik kehidupan, sambil lebih taat dan rajin muntuk menjalankan tugas dan kepercayaan yang Tuhan percayakan pada masing-masing kita. Ingat tuaian memang banyak tapi tetapi pekerja sedikit, sehingga memerlukan kita untuk bekerja di lading Tuhan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar