Halaman

Sabtu, 29 Agustus 2020

Warta Jemaat 30 Agustus 2020

 


Warta Jemaat,30 Agustus 2020

GSJA Tanjung Batu Wanea-Manado

Jalan Sam Ratulangi No. 316. Tanjung Batu - Wanea

Manado 95117 – Sulawesi Utara

 MENYENANGKAN HATI TUHAN

Zakharia 7: 1-14

Apa yang dapat membuat kita merasa senang? (Inggris “GLAD”) artinya bersinar. Senang hati dapat terekspresi dengan senyum. Pemazmur dalam Mzm 92:5  menyanyikan pujian tentang Tuhan: “Sebab telah Kau buat aku bersuka cita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.” Senang hati adalah suatu emosi yang sedang dirasakan atau pernah dirasakan oleh setiap orang pada suatu masa dalam hidupnya. Kita dapat membuat suatu daftar yang sangat panjang tentang apa yang dapat membuat saya atau  kita merasa senang. Tetapi apakah kita pernah merenungkan apa menyenangkan hati Tuhan?  Apa yang dapat menimbulkan senyum di wajah Tuhan? Apa yang membuat Tuhan senang? “Tiga hal yang pasti menyenangkan hati Tuhan”.

1.     Ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan (ayat 1-7)

Kita menyenangkan Tuhan ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan. Kitab Zakharia pasal 7 menjelaskan keadaan yang terjadi 2 tahun setelah nabi Zakharia mendapat penglihatan-penglihatan dari Tuhan, yang dijelaskan dalam pasal-pasal sebelumnya. Pasal 7 menjelaskan kondisi dimana orang-orang Yahudi telah menyelesaikan kira-kira separuh dari pekerjaan membangun kembali Bait Allah. Tujuannya menurut ayat 2 adalah “untuk melunakkan hati Tuhan” atau dengan kata lain mereka datang untuk berdoa dan mencari perkenanan Tuhan. Tapi Tuhan bertanya: “Apakah engkau benar-benar melakukan doa puasa dan pengakuan dosa untuk Aku? Apakah semua ritual agama yang dilakukan karena engkau benar-benar bertobat dan siap untuk taat, ataukah karena engkau ingin memanfaatkan Aku untuk memperoleh apa yang engkau inginkan?”

2.     Ketika kita berbuat sesuatu yang benar untuk sesama (ayat 8-10)

Banyak orang berpikir bahwa  hubungan kita dengan Tuhan sama sekali tidak terkait dengan kualitas hubungan kita dengan sesama. Tetapi hal itu sia-sia. Rasul Yohanes menuliskan pada 1 Yoh 4: 20 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Pada Ayat 9: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!” “Laksanakanlah hukum yang benar.” masing.” Bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan? Perlakukanlah orang lain dengan benar dengan kebajikan, kesabaran, belas kasihan dan kasih sayang, sama seperti kita berharap orang lain memperlakukan kita.

3.     Ketika kita taat atas apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita (11-1)      

Rasa sakit yang paling dalam di hati Tuhan adalah karena anak-anak-Nya yang tidak taat. Pelanggaran kita menimbulkan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, atau bahkan penghukuman. Tetapi sebaliknya, ketaatan menimbulkan kesenangan dalam hati  Tuhan. Zakharia menekankan hal ini dalam ayat 11-14 dengan memperingatkan Israel tentang konsekuensi dari ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Bagaimana menyenangan hati Tuhan? Caranya adalah dengan menaati perintah Tuhan maka akan membawa kesenangan di dalam hati-Nya. 

Renungan:

Apakah kita ingin mengisi hati Tuhan dengan sukacita, berbuat untukNya, mengasihi sesam serta berjalan dalam ketaatan kepada-Nya? Kasih Tuhan kepada kita tidak pernah berubah. Ia selalu mengasihi kita terlepas dari apa kita lakukan terhadapNya. Saudara ingatlah bahwa sikap, perkataan, dan tindakan kita menentukan apakah kasih Tuhan itu kasih dalam keadaan marah, sedih, atau suka-cita.


Petugas Ibadah Minggu Bulan  September 2020

Tugas

6

13

20

27

WL

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

Ibu J. Anna Mait

Ibu J. Mailiangkay

Tim Musik

Armando dkk

Khotbah

Gembala

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

 

Bpk D. Waabeng

Doa Persembahan & Syafaat

Ibu Y. Tombokan

Ibu M. Gosal

Ibu J. Palunsu

Ibu J. Kilay

Doa Penutup dan Berkat

Gembala

 

 

POKOK-POKOK DOA

·         Bagi keselamatan Rakyat Indonesia 7 kesejahteraan Bangsa Indonesia

·         Mohon hikmat dan Kebijaksanaan bagi pemerintah Indonesia, Pemerintah Sulawesi Utara, dan Pemerintah Manado

·         Berkat keteguhan iman jemaat dan kesiapan terlibat dalam penginjilan

·         Berkat kesehatan, lapangan pekerjaan, pendidikan jemaat

·         Berkat masa depan yang cemerlang bagi anak-anak dan pemuda gereja

·         Keterlaksanaan program-program gereja focus pada pemenangan jiwa baru

·         Jemaat terhindar dari Covid 19 dan segera boleh beribadah bersama di Gedung gereja

·         Terjadi Unity atau kesatuan jemaat

 

 

Sabtu, 01 Agustus 2020

ORANG KRISTEN YANG BERBUAH (YOHANES 15:1-8)

Khotbah :Pdt.Susandi
Di perumpamaan ini Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai "pokok anggur yang benar" dan orang percaya sebagai "ranting". 
Allah dilukiskan tukang kebun yang memelihara ranting-ranting itu supaya tetap berbuah (ayat 2, 8). Buah adalah kualitas tabiat Kristen yang memuliakan Allah melalui hidup dan kesaksian sehingga menjadi berkat bagi sesama. Allah mengharapkan agar semua orang percaya berbuah. Yesus berbicara tentang dua macam ranting (orang percaya) : Ada yang berbuah dan ada yang tidak berbuah. 
1. Ranting yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih. "Ranting-ranting" ini dipotong oleh Bapa, yaitu dipisahkan dari hubungan yang vital dengan Kristus (bd. Mat 3:10). Bila mereka tidak lagi tinggal dalam Kristus, Allah menghakimi dan menolak mereka (Yoh 15:6). 
2. Ranting-ranting yang berbuah adalah orang-orang yang memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih Bagaimanakah cara untuk menjadi orang Kristen yang berbuah (hidup langgeng dengan Kristus) ?. Yohanes memberikan pengajaran, bagaimana seharusnya hidup orang Kristen agar tetap langgeng dengan Kristus yaitu 1. TINGGALLAH DI DALAM AKU (ayat 4). Setelah seseorang percaya kepada Kristus dan menerima pengampunan dosa, dia menerima hidup kekal dan kuasa untuk tetap tinggal di dalam Kristus. Setelah kuasa itu diberikan, orang percaya harus menerima tanggung jawab supaya tetap selamat dan tinggal di dalam Kristus. Orang percaya hanya mempunyai hidup Kristus selama hidup Kristus mengalir ke dalamnya dengan tetap tinggal di dalam Dia. 
Syarat-syarat untuk tinggal dalam Kristus ialah: 
(a) memelihara Firman Allah senantiasa dalam hati dan pikiran serta menjadikannya penuntun tindakan kita (ayat Yoh 15:7); 
(b) memelihara kebiasaan persekutuan yang intim dan tetap dengan Kristus supaya mengambil kekuatan daripada-Nya (ayat Yoh 15:7); 
(c) menaati perintah-perintah-Nya, tinggal dalam kasih-Nya (ayat Yoh 15:10) dan saling mengasihi (ayat Yoh 15:12,17); (d) memelihara kebersihan hidup kita melalui Firman Allah, menolak segala dosa dan tunduk kepada pimpinan Roh Kudus (ayat Yoh 15:2, 3). 
2. Ranting yang tidak Berbuah akan DIBUANG (Yoh 15:6). Dampak dari kegagalan untuk tetap tinggal di dalam Kristus adalah ketidakmampuan untuk berbuah (Yoh 15:4-5), dibuang dari Kristus dan kebinasaan (Yoh 15:2,6). Yesus memberikan peringatan yang serius namun penuh kasih bahwa ada kemungkinan orang percaya meninggalkan imannya, hubungan keselamatan di antara Kristus dan orang percaya bersifat progresif sementara Kristus hidup dalam orang percaya dan memberikan hidup ilahi kepadanya (Kol 3:4; 1Yoh 5:11-13; 3. Akibat bila Selalu Tinggal di dalam Kristus (Yoh 15:4) a. Hidupnya menjadi bersih dan jadi berkat (ayat 2b). b. Dapat melakukan banyak hal (5b) c. Ia menjadi murid Yesus (7b) d. Doanya dijawab oleh Tuhan (7) E. Sukacita menjadi penuh (11)