Halaman

Sabtu, 17 April 2021

Minggu,18 APRIL 2021

 


HARI KE 13 (40 HARI DOA, FIRMAN; DOA 10 HARI PENCURAHAN ROH KUDUS)

Minggu,18 APRIL 2021

TUHAN TETAP SANG PENYEMBUH

Bacaan :  Mazmur 30:1-13

Nats : *"TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku."  Mazmur 30:3* 


Setiap orang pasti memiliki banyak pergumulan dalam hidupnya, dan pergumulan tiap-tiap orang pasti berbeda.  Salah satu pergumulan yang kita hadapi dalam hidup ini adalah berkenaan dengan sakit-penyakit.  Ada banyak orang yang mungkin merasa lelah dan putus asa karena harus bergumul dengan sakit-penyakitnya yang tak kunjung sembuh.  Ketika menghadapi pergumulan seperti itu pemazmur berteriak minta tolong, dan  "...Engkau telah menyembuhkan aku."  (ayat nas).


     Perhatikan apa yang Tuhan janjikan kepada umat Israel ketika membawa mereka keluar dari Mesir:  "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."  (Keluaran 15:26).  Artinya, sejak dari semula sifat Tuhan adalah menyembuhkan dan selalu merancangkan hal yang baik.  Terbukti selama menempuh perjalanan 40 tahun di padang gurun kaki mereka tidak menjadi bengkak  (baca  Ulangan 8:4), alias sehat.  Dengan kata lain Tuhan bukan hanya menyembuhkan, Ia juga memberikan jaminan kesehatan untuk tubuh mereka asalkan taat.


     Semasa pelayanan-Nya di bumi Yesus juga melakukan pelayanan kesembuhan, Ia  ".. _.menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan;"  (Matius 1:34)._  Tak diragukan lagi bahwa Ia berkuasa menyembuhkan siapa pun sesuai dengan kehendak-Nya.  Tidak satu penyakit pun yang tidak dapat disembuhkan oleh Tuhan.  Mungkin ada yang bertanya mengapa Tuhan belum menjawab doanya dan menyembuhkan sakitnya.  Menyembuhkan sakit kita atau tidak, bukan berarti Tuhan tidak punya kuasa, atau Dia ingkar janji.  Dari dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya Tuhan tetaplah Sang Penyembuh, Jehovah Rapha.  Selalu ada maksud dan rencana-Nya di balik masalah kita.


 *Kesembuhan hanya diberikan berdasarkan waktu dan kehendak Tuhan, tetaplah mengucap syukur dan jangan berubah sikap!*

Jumat, 16 April 2021

Sabtu,17 April 2021

 


Renungan Membangunkan Fajar

17 April 2021

---------

BERTUMBUH DALAM KASIH

Bacaan :  1 Tesalonika 3:1-13

Ayat Nats : " _Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu."  1 Tesalonika 3:12_ 

Kasih Tuhan yang bertumbuh di dalam hati kita tidak terjadi begitu saja.  Pertumbuhannya menuntut usaha dari pihak kita.  Kita harus menanam dan memupuk kasih itu di dalam hati kita.  Meningkatkan pertumbuhan kasih Tuhan dalam hati kita, sama seperti menjaga dan memelihara sebuah taman.  Kita harus menjaga tanaman-tanaman kecil yang kita tanam tersebut agar bisa bertumbuh dengan baik dan akhirnya bisa berbuah.  Tak lupa, kita juga harus memberinya pupuk dan membersihkan setiap hama yang menyerang.  Demikian juga dengan buah dari kasih Tuhan;  kita harus menyirami kasih Tuhan di dalam hati kita dengan menyediakan waktu untuk bersekutu dalam doa dan merenungkan firmanNya.


     Agar kasih itu dapat bertumbuh dengan bebas, taman hati kita harus terbebas dari ilalang keegoisan.  Kita harus belajar dan menjaga hati kita dengan menempatkan orang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri.  Kita tidak boleh mengeraskan hati sehingga kasih Tuhan dapat berkembang tanpa hambatan.  Tuhan Yesus berkata,  " _Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."  (Yohanes 13:35)._  Inilah buktinya bahwa kita adalah murid-murid Tuhan.  Perhatikanlah apa yang dikatakan Paulus,  " _Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."  (Roma 12:9-10)._ 


     Banyak di antara kita yang tidak menyadari bahwa kita adalah pembunuh.  Mungkin kita pun akan bertanya, bagaimana bisa saya dikatakan seorang pembunuh?  " _Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya."  (1 Yohanes 3:15)._  Mari belajar dari Tuhan Yesus Kristus.  " _Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  (1 Yohanes 3:16-17)._  Hal ini benar adanya.  Bagaimana kasih Tuhan bisa ada di dalam diri kita jika kita tidak berbelas kasih kepada saudara kita yang menderita dan membutuhkan pertolongan?


 *Renungkan:  "...barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."  1 Yohanes 4:20*

Rabu, 14 April 2021

Kamis,15 April 2021

 


Renungan Membangunkan Fajar

KAMIS 15 APRIL 2021

----------

MENGHORMATI DAN MENGASIHI ORANG TUA

Bacaan :  Amsal 10:1-10

Nats : "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya."  Amsal 10:1


Di zaman sekarang ini sering kita jumpai anak muda yang kurang menghormati orangtuanya.  Mereka suka sekali melawan dan menentang nasihat orangtua yang dianggap kuno, lalu mereka pun memilih menjalani hidup sekehendak hati karena merasa diri sudah besar.  Akibatnya?  Tidak sedikit yang salah pergaulan:  terlibat narkoba, seks bebas, dugem dan sebagainya.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  " _Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33)._ 


     Bagi seorang anak, menghormati orangtua adalah wajib, dan merupakan perintah Tuhan yang harus ditaati, bahkan termasuk dalam satu dari sepuluh hukum Tuhan.  " _Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."  (Keluaran 20:12)._  Terhadap anak yang menghormati orangtuanya saja Tuhan menyediakan berkat-berkat-Nya, terlebih-lebih terhadap anak yang mau membalas budi dan berbuat baik kepada orangtuanya.  Karena itu selagi orangtua kita masih hidup hormatilah dan perlakukan mereka dengan dilandasi oleh kasih Kristus.


     Kalau ada orang Kristen yang tidak menghormati orangtuanya, berlaku kurang ajar, apalagi sampai menelantarkan orangtuanya, ia telah melanggar firman Tuhan.  Kita menghormati orangtua bukan semata-mata karena mereka telah mencukupi semua yang kita butuhkan, atau dengan harapan supaya mendapatkan warisan.  Kalau demikian maka kasih seperti itu adalah kasih yang tidak tulus karena disertai dengan motivasi terselubung.  Menghormati orangtua harus dengan kasih yang tulus di segala keadaan.  Sekalipun mereka tidak mampu memberikan apa yang kita perlukan sepenuhnya, sebagai anak, kita harus tetap menghormati dan mengasihi orangtua kita.  Mengapa?  Mereka adalah wakil Tuhan, dan keberadaan anak hampir seluruhnya bergantung penuh kepada orangtua sampai beranjak dewasa.  " __Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya."  (2 Korintus 12:14b)._ 


 *Seorang anak yang menghormati dan membalas kasih orangtua Tuhan pasti akan membalas perbuatan baiknya, sekalipun orangtua tidak mampu membalas sang anak(*

Rabu,14 April 2021

 HARI KE 11 (40 Hari Doa & Firman Serta 10 Hari Pencuran Roh Kudus)

RABU, 14 APRIL 2021


BAGAIMANA MEMUJI TUHAN

Pujian dan penyembahan mampu membuat hati Allah runtuh dan mau menghampiri orang berdosa. Dan bukan saja menghampiri, tapi tangan-NYA terbuka dan siap menjamah orang yang paling berdosa sekalipun. Seperti peristiwa Daud yang tangannya penuh dengan darah, membunuh suami orang lain demi hanya mendapatkan istrinya, namun Daud bisa diterima oleh Allah. Dengan perkataan lain dapat disampaikan bahwa Allah telah menutup seluruh pekat kelam Daud, melalui pujian dan penyembahan yang dilakukannya. Bukan itu saja, bahkan Daud diterima dengan tangan terbuka, terbukti dari janji yang disampaikan Allah kepada dirinya bahwa kerajaannya tidak akan diambil dan akan tetap kokoh. Ini membuktikan bahwa pujian dan penyembahan memiliki kuasa yang dahsyat masuk sampai ke ujung jantungnya Allah. Oleh sebab itu kita jangan menganggap remeh pujian dan penyembahan.

Bilamana memuji Tuhan dilakukan ?

1. Memuji Tuhan haruslah dilakukan sejak orang percaya mengetahui akan kebenaran. Belajar dari teladan Daud setiap hari ada pujian. Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. (Mazmur 119:164)

2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa. Pujian harus dimulai atas dasar kesadaran bahwa seseorang perlu memuji karena ia memerlukan pertolongan Allah dalam kehidupannya. Dengan demikian maka pujian yang dilakukan akan lahir dari kejujuran dan ketulusan pribadi sang pemuji. Sebagaimana yang dikatakan Daud dan Maria dalam Firman Tuhan : Mazmur 9:1b, 2:1b. Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; 2. aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, Lukas 1:46-47:46. Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 47.dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

3. Pujian dapat dilakukan setiap waktu, baik dalam suasana hati senang maupun suasana hati yang penuh dengan berbagai pergumulan baik ringan maupun berat. Artinya pujian yang dikumandangkan harusnya tidak tersandera atau terbelenggu

dengan suasana hati yang sedang berkecamuk saat pujian akan atau sedang dinaikkan.

Kesimpulan: 

Saudara, pujian penyembahan terlahir dari hati yang yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa kita mengetahui di dalam Yesus ada kebenaran dan keselamatan. Mari kita memuji dan menyembah hanya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Pokok Doa:

1. Berdoa agar kiranya ketika kita memuji dan menyembah Tuhan harus dengan hati yang sunguh-sungguh dan Percaya

2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa

3. Memuji Tuhan tidak dengan hati yang tersandera atau terbelenggu dengan hati yang berkecamuk


Senin, 12 April 2021

Selasa,13 April 2021



Renungan Membangunkan Fajar

13 April 2021

----

UMAT PILIHAN: Identitas Orang Percaya

Baca:  1 Petrus 1:13-25

Ayat nats : "... _hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,"  1 Petrus 1:15_ 


Banyak orang Kristen tak menyadari bahwa di dalam Kristus kita ini memiliki identitas baru sebagai orang-orang pilihan Tuhan.  "...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"  (1 Petrus 2:9).  Ini adalah sebuah anugerah, karena kita dipilih di antara miliaran umat manusia di muka bumi ini.


     Pemilihan ini hanya terjadi ketika seseorang percaya kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Jadi pemilihan tersebut berpusat ada Kristus!  Karena Dia dipilih oleh Bapa sebagai landasan:  "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,"  (Yesaya 42:1, 6), dan menjadi yang sulung dari semua umat pilihan  (Roma 8:29).  "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  (Efesus 1:4).


     Apa tujuan Tuhan memilih kita?  Tujuannya adalah supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:15-16).  Kata  'kudus'  (bahasa Ibrani qadesh/qadosh), arti harfiahnya adalah dipotong atau dipisahkan, dan memiliki makna:  naik lebih tinggi, artinya orang percaya dipanggil untuk memiliki kehidupan yang naik ke standar Tuhan, yaitu hidup sebagaimana Kristus hidup.  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).  Seringkali terjadi tidak sedikit orang Kristen kehilangan identitas diri sebagai umat pilihan Tuhan, karena hidupnya tak jauh berbeda dengan orang dunia.  Miris sekali!


 *Tanpa memiliki kekudusan hidup, kita tak bisa melihat Tuhan!  Ibrani 12:14*

Minggu, 11 April 2021

SENIN 12 APRIL 2021

 


Hari ke 9 (40 hari Doa & Firman Serta 10 Hari Pencurahan Roh Kudus)

SENIN 12 APRIL 2021

BERKARISMA TAK BERKARAKTER

I. Ini adalah Lucifer yang menjadi cikal bakal Iblis

Pujian dan penyembahan pertama menjadi worship leader disurga adalah Lucifer, dia adalah malaikat pertama yang lulus audisi menjadi WL. Nama Lucifer pertama disebut oleh Tertulian dan Agustinus yang mengidentifikasi dengan bintang jatuh.

Dalam Bahasa Latin, kata Lucifer yang berarti “ Pembawa Cahaya” (dari kata lux, lucis yang arinya ”membawa”), adalah sebuah nama untuk “ Bintang Fajar ” (Planet Venus Ketika muncul pada dini hari. Dan oleh Jerome pada abad ke 4 ketika menerjemahkan Vulgata (Alkitab Bahasa Latin) Ungkapan Ibrani “ Heylel Ben Syakar ”, “ Heylel” adalah kata Ibrani untuk “Bintang Timur” alias planet Venus, sedangkan “ben Syakar harfiah dari “anak fajar”. Dikutib dari Wikipedia. Itu sekilas untuk nama Lucifer. Lucifer menjadi malaikat penting dan sangat berpengaruh sehingga menjadi sombong. Kejahatan pertama disurga di ungkapkan jelas secara implisit menggambarkan bagaimana keistimewahannya dan kejatuhannya di kitab (Yesaya 14:12-15), dan (Yehezkiel 28:13). Walaupun dia di persiapkan untuk menjadi musisi di surga dan mendapatkan kehormatan tapi sayang ia tak berkharakter yang baik walaupun ia berkharisma disurga.

II. Lucifer yang menjadi gelar untuk Yesus Kristus (Wahyu 22:16)

Ada 3 point yang bisa menjadi penuntun bagi pemuji dan penyembah:

1. Kejatuhan Luzifer yang menjadi Iblis 

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams 16:18). Apa yang terjadi ? ia dibuang dan dihukum dan menjadi Iblis dialah yang menjadi cikal bakal iblis (Yeh 28: 15-19). Kesombongan menjadi sorotan tajam dalam pandangan Allah sehingga menjadi kebencian Tuhan

(Wah 20:7-10).

2. Salah satu gelar Yesus adalah Luzifer sebagai Anak Allah, Bintang Timur, Putra Fajar yang taat dan menang atas maut di kayu salib. Filipi 2:6-9 “...yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah

merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama.”

Kesimpulan: 

Dari penjelasan diatas sangat penting para pemuji dan penyembah perlu berkharakter yang baik, sebaik dan seindah apapun yang dilakukan semuanya untuk Tuhan (Kolose 3:23; Roma 12:1). Sebagai seorang pemuji dan penyembah, mari

milikilah kerendahan hati, dan ketaatan dalam menjalankan kebenaran firman Tuhan.

 *Pokok Doa:*

1. Berdoa agar para pemuji dan penyembah tidak jatuh dalam dosa kesombongan.

2. Berdoa agar para pemuji dan penyembah memiliki ketaatan dan kerendahan hati.



MINGGU (11 APRIL 2021)

 


HARI KE 8 (40 HARI DOA & FIRMAN - SAMPAI HARI KENAIKAN YESUS)

MINGGU (11 APRIL 2021)

ARTI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Pujian:

Kata pujian berasal dari kata dasar puji dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah merupakan pujian yang luar biasa (atas kepandaian, jasa dan sebagainya), pernyataan untuk memuji seseorang (sesuatu) dan memuliakan Tuhan. Dengan demikian pujian dapat diartikan sebagai bentuk pernyataan dan penghargaan yang tulus akan kebaikan sosok pribadi tertentu.

Dalam hal ini jika seseorang memuji Tuhan maka sebenarnya dirinya sedang menyatakan penghargaan yang tulus dari hatinya yang terdalam yang lahir dari kekaguman terhadap kebaikan Tuhan yang ia rasakan. Kekaguman ini menimbulkan suatu nyanyian yang juga lahir dari hati yang terdalam sebagai bentuk ekspresi yang indah dari dirinya.

Penyembahan:

Kata penyembahan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan sinonim sebagai pemujaan, memberikan arti yaitu cara atau perbuatan. Dan kata dasar penyembahan adalah sembah, artinya pertama sebagai pernyataan hormat dan khidmat, kedua perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan. Dengan perkataan lain penyembahan dapat dipahami sebagai pernyataan hormat baik dalam bentuk kata-kata ataupun perbuatan lengkap dengan bahasa tubuh yang mengikutinya yang pada dasarnya menunjukkan sikap hormat dengan penuh

kekhidmatan kepada pribadi yang dimuliakan. Perkataan hormat tersebut dapat berbentuk pemujaan, pengagungan, pengakuan, penghargaan, bahkan menyatakan kasih. Itu sebabnya bila disejajarkan dengan pujian, maka penyembahan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi, karena di dalamnya sudah mencakup arti pujian itu sendiri. 


 *Kesimpulan* :

Kehidupan seorang pemuji dan penyembah adalah sebuah proses bagaimana keintiman hidupnya dengan Allah. Dan hidup dalam kebenaran dan kekudusan merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin pujian dan penyembahan yang membawa orang lain masuk dalam hadirat Allah. Itu sebabnya karena kudusnya Allah, setiap pelayan yang mendekat harus atau bahkan wajib menjaga kebenaran dan hidup dalam kekudusan : sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:16). Satu dan lain, karena Dia adalah Allah yang Maha-tahu akan segalanya. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. (1 Samuel 2:3).

Pokok Doa :

1. Semakin banyak orang memahami dengan baik arti pujian dan penyembahan.

2. Semakin banyak orang membangun keintiman dengan Tuhan.

3. Semakin banyak orang hidup dalam kebenaran dan kekudusan.

4. Sebagai seorang pemuji dan penyembah Tuhan menjadi perkataannya agar tidak sombong atau suka mencaci maki.