HARI KE 11 (40 Hari Doa & Firman Serta 10 Hari Pencuran Roh Kudus)
RABU, 14 APRIL 2021
BAGAIMANA MEMUJI TUHAN
Pujian dan penyembahan mampu membuat hati Allah runtuh dan mau menghampiri orang berdosa. Dan bukan saja menghampiri, tapi tangan-NYA terbuka dan siap menjamah orang yang paling berdosa sekalipun. Seperti peristiwa Daud yang tangannya penuh dengan darah, membunuh suami orang lain demi hanya mendapatkan istrinya, namun Daud bisa diterima oleh Allah. Dengan perkataan lain dapat disampaikan bahwa Allah telah menutup seluruh pekat kelam Daud, melalui pujian dan penyembahan yang dilakukannya. Bukan itu saja, bahkan Daud diterima dengan tangan terbuka, terbukti dari janji yang disampaikan Allah kepada dirinya bahwa kerajaannya tidak akan diambil dan akan tetap kokoh. Ini membuktikan bahwa pujian dan penyembahan memiliki kuasa yang dahsyat masuk sampai ke ujung jantungnya Allah. Oleh sebab itu kita jangan menganggap remeh pujian dan penyembahan.
Bilamana memuji Tuhan dilakukan ?
1. Memuji Tuhan haruslah dilakukan sejak orang percaya mengetahui akan kebenaran. Belajar dari teladan Daud setiap hari ada pujian. Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. (Mazmur 119:164)
2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa. Pujian harus dimulai atas dasar kesadaran bahwa seseorang perlu memuji karena ia memerlukan pertolongan Allah dalam kehidupannya. Dengan demikian maka pujian yang dilakukan akan lahir dari kejujuran dan ketulusan pribadi sang pemuji. Sebagaimana yang dikatakan Daud dan Maria dalam Firman Tuhan : Mazmur 9:1b, 2:1b. Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; 2. aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, Lukas 1:46-47:46. Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 47.dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
3. Pujian dapat dilakukan setiap waktu, baik dalam suasana hati senang maupun suasana hati yang penuh dengan berbagai pergumulan baik ringan maupun berat. Artinya pujian yang dikumandangkan harusnya tidak tersandera atau terbelenggu
dengan suasana hati yang sedang berkecamuk saat pujian akan atau sedang dinaikkan.
Kesimpulan:
Saudara, pujian penyembahan terlahir dari hati yang yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa kita mengetahui di dalam Yesus ada kebenaran dan keselamatan. Mari kita memuji dan menyembah hanya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
Pokok Doa:
1. Berdoa agar kiranya ketika kita memuji dan menyembah Tuhan harus dengan hati yang sunguh-sungguh dan Percaya
2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa
3. Memuji Tuhan tidak dengan hati yang tersandera atau terbelenggu dengan hati yang berkecamuk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar