Pengunjung

Rabu, 14 April 2021

Kamis,15 April 2021

 


Renungan Membangunkan Fajar

KAMIS 15 APRIL 2021

----------

MENGHORMATI DAN MENGASIHI ORANG TUA

Bacaan :  Amsal 10:1-10

Nats : "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya."  Amsal 10:1


Di zaman sekarang ini sering kita jumpai anak muda yang kurang menghormati orangtuanya.  Mereka suka sekali melawan dan menentang nasihat orangtua yang dianggap kuno, lalu mereka pun memilih menjalani hidup sekehendak hati karena merasa diri sudah besar.  Akibatnya?  Tidak sedikit yang salah pergaulan:  terlibat narkoba, seks bebas, dugem dan sebagainya.  Firman Tuhan sudah memperingatkan,  " _Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33)._ 


     Bagi seorang anak, menghormati orangtua adalah wajib, dan merupakan perintah Tuhan yang harus ditaati, bahkan termasuk dalam satu dari sepuluh hukum Tuhan.  " _Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."  (Keluaran 20:12)._  Terhadap anak yang menghormati orangtuanya saja Tuhan menyediakan berkat-berkat-Nya, terlebih-lebih terhadap anak yang mau membalas budi dan berbuat baik kepada orangtuanya.  Karena itu selagi orangtua kita masih hidup hormatilah dan perlakukan mereka dengan dilandasi oleh kasih Kristus.


     Kalau ada orang Kristen yang tidak menghormati orangtuanya, berlaku kurang ajar, apalagi sampai menelantarkan orangtuanya, ia telah melanggar firman Tuhan.  Kita menghormati orangtua bukan semata-mata karena mereka telah mencukupi semua yang kita butuhkan, atau dengan harapan supaya mendapatkan warisan.  Kalau demikian maka kasih seperti itu adalah kasih yang tidak tulus karena disertai dengan motivasi terselubung.  Menghormati orangtua harus dengan kasih yang tulus di segala keadaan.  Sekalipun mereka tidak mampu memberikan apa yang kita perlukan sepenuhnya, sebagai anak, kita harus tetap menghormati dan mengasihi orangtua kita.  Mengapa?  Mereka adalah wakil Tuhan, dan keberadaan anak hampir seluruhnya bergantung penuh kepada orangtua sampai beranjak dewasa.  " __Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya."  (2 Korintus 12:14b)._ 


 *Seorang anak yang menghormati dan membalas kasih orangtua Tuhan pasti akan membalas perbuatan baiknya, sekalipun orangtua tidak mampu membalas sang anak(*

Rabu,14 April 2021

 HARI KE 11 (40 Hari Doa & Firman Serta 10 Hari Pencuran Roh Kudus)

RABU, 14 APRIL 2021


BAGAIMANA MEMUJI TUHAN

Pujian dan penyembahan mampu membuat hati Allah runtuh dan mau menghampiri orang berdosa. Dan bukan saja menghampiri, tapi tangan-NYA terbuka dan siap menjamah orang yang paling berdosa sekalipun. Seperti peristiwa Daud yang tangannya penuh dengan darah, membunuh suami orang lain demi hanya mendapatkan istrinya, namun Daud bisa diterima oleh Allah. Dengan perkataan lain dapat disampaikan bahwa Allah telah menutup seluruh pekat kelam Daud, melalui pujian dan penyembahan yang dilakukannya. Bukan itu saja, bahkan Daud diterima dengan tangan terbuka, terbukti dari janji yang disampaikan Allah kepada dirinya bahwa kerajaannya tidak akan diambil dan akan tetap kokoh. Ini membuktikan bahwa pujian dan penyembahan memiliki kuasa yang dahsyat masuk sampai ke ujung jantungnya Allah. Oleh sebab itu kita jangan menganggap remeh pujian dan penyembahan.

Bilamana memuji Tuhan dilakukan ?

1. Memuji Tuhan haruslah dilakukan sejak orang percaya mengetahui akan kebenaran. Belajar dari teladan Daud setiap hari ada pujian. Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. (Mazmur 119:164)

2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa. Pujian harus dimulai atas dasar kesadaran bahwa seseorang perlu memuji karena ia memerlukan pertolongan Allah dalam kehidupannya. Dengan demikian maka pujian yang dilakukan akan lahir dari kejujuran dan ketulusan pribadi sang pemuji. Sebagaimana yang dikatakan Daud dan Maria dalam Firman Tuhan : Mazmur 9:1b, 2:1b. Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; 2. aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, Lukas 1:46-47:46. Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 47.dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

3. Pujian dapat dilakukan setiap waktu, baik dalam suasana hati senang maupun suasana hati yang penuh dengan berbagai pergumulan baik ringan maupun berat. Artinya pujian yang dikumandangkan harusnya tidak tersandera atau terbelenggu

dengan suasana hati yang sedang berkecamuk saat pujian akan atau sedang dinaikkan.

Kesimpulan: 

Saudara, pujian penyembahan terlahir dari hati yang yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa kita mengetahui di dalam Yesus ada kebenaran dan keselamatan. Mari kita memuji dan menyembah hanya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Pokok Doa:

1. Berdoa agar kiranya ketika kita memuji dan menyembah Tuhan harus dengan hati yang sunguh-sungguh dan Percaya

2. Membiasakan diri untuk memuji, dimulai dari diri sendiri dan tanpa adanya rasa paksaan dan juga dimulai bukan karena terpaksa

3. Memuji Tuhan tidak dengan hati yang tersandera atau terbelenggu dengan hati yang berkecamuk


Senin, 12 April 2021

Selasa,13 April 2021



Renungan Membangunkan Fajar

13 April 2021

----

UMAT PILIHAN: Identitas Orang Percaya

Baca:  1 Petrus 1:13-25

Ayat nats : "... _hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,"  1 Petrus 1:15_ 


Banyak orang Kristen tak menyadari bahwa di dalam Kristus kita ini memiliki identitas baru sebagai orang-orang pilihan Tuhan.  "...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"  (1 Petrus 2:9).  Ini adalah sebuah anugerah, karena kita dipilih di antara miliaran umat manusia di muka bumi ini.


     Pemilihan ini hanya terjadi ketika seseorang percaya kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Jadi pemilihan tersebut berpusat ada Kristus!  Karena Dia dipilih oleh Bapa sebagai landasan:  "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,"  (Yesaya 42:1, 6), dan menjadi yang sulung dari semua umat pilihan  (Roma 8:29).  "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  (Efesus 1:4).


     Apa tujuan Tuhan memilih kita?  Tujuannya adalah supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:15-16).  Kata  'kudus'  (bahasa Ibrani qadesh/qadosh), arti harfiahnya adalah dipotong atau dipisahkan, dan memiliki makna:  naik lebih tinggi, artinya orang percaya dipanggil untuk memiliki kehidupan yang naik ke standar Tuhan, yaitu hidup sebagaimana Kristus hidup.  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).  Seringkali terjadi tidak sedikit orang Kristen kehilangan identitas diri sebagai umat pilihan Tuhan, karena hidupnya tak jauh berbeda dengan orang dunia.  Miris sekali!


 *Tanpa memiliki kekudusan hidup, kita tak bisa melihat Tuhan!  Ibrani 12:14*

Minggu, 11 April 2021

SENIN 12 APRIL 2021

 


Hari ke 9 (40 hari Doa & Firman Serta 10 Hari Pencurahan Roh Kudus)

SENIN 12 APRIL 2021

BERKARISMA TAK BERKARAKTER

I. Ini adalah Lucifer yang menjadi cikal bakal Iblis

Pujian dan penyembahan pertama menjadi worship leader disurga adalah Lucifer, dia adalah malaikat pertama yang lulus audisi menjadi WL. Nama Lucifer pertama disebut oleh Tertulian dan Agustinus yang mengidentifikasi dengan bintang jatuh.

Dalam Bahasa Latin, kata Lucifer yang berarti “ Pembawa Cahaya” (dari kata lux, lucis yang arinya ”membawa”), adalah sebuah nama untuk “ Bintang Fajar ” (Planet Venus Ketika muncul pada dini hari. Dan oleh Jerome pada abad ke 4 ketika menerjemahkan Vulgata (Alkitab Bahasa Latin) Ungkapan Ibrani “ Heylel Ben Syakar ”, “ Heylel” adalah kata Ibrani untuk “Bintang Timur” alias planet Venus, sedangkan “ben Syakar harfiah dari “anak fajar”. Dikutib dari Wikipedia. Itu sekilas untuk nama Lucifer. Lucifer menjadi malaikat penting dan sangat berpengaruh sehingga menjadi sombong. Kejahatan pertama disurga di ungkapkan jelas secara implisit menggambarkan bagaimana keistimewahannya dan kejatuhannya di kitab (Yesaya 14:12-15), dan (Yehezkiel 28:13). Walaupun dia di persiapkan untuk menjadi musisi di surga dan mendapatkan kehormatan tapi sayang ia tak berkharakter yang baik walaupun ia berkharisma disurga.

II. Lucifer yang menjadi gelar untuk Yesus Kristus (Wahyu 22:16)

Ada 3 point yang bisa menjadi penuntun bagi pemuji dan penyembah:

1. Kejatuhan Luzifer yang menjadi Iblis 

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams 16:18). Apa yang terjadi ? ia dibuang dan dihukum dan menjadi Iblis dialah yang menjadi cikal bakal iblis (Yeh 28: 15-19). Kesombongan menjadi sorotan tajam dalam pandangan Allah sehingga menjadi kebencian Tuhan

(Wah 20:7-10).

2. Salah satu gelar Yesus adalah Luzifer sebagai Anak Allah, Bintang Timur, Putra Fajar yang taat dan menang atas maut di kayu salib. Filipi 2:6-9 “...yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah

merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama.”

Kesimpulan: 

Dari penjelasan diatas sangat penting para pemuji dan penyembah perlu berkharakter yang baik, sebaik dan seindah apapun yang dilakukan semuanya untuk Tuhan (Kolose 3:23; Roma 12:1). Sebagai seorang pemuji dan penyembah, mari

milikilah kerendahan hati, dan ketaatan dalam menjalankan kebenaran firman Tuhan.

 *Pokok Doa:*

1. Berdoa agar para pemuji dan penyembah tidak jatuh dalam dosa kesombongan.

2. Berdoa agar para pemuji dan penyembah memiliki ketaatan dan kerendahan hati.



MINGGU (11 APRIL 2021)

 


HARI KE 8 (40 HARI DOA & FIRMAN - SAMPAI HARI KENAIKAN YESUS)

MINGGU (11 APRIL 2021)

ARTI PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Pujian:

Kata pujian berasal dari kata dasar puji dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah merupakan pujian yang luar biasa (atas kepandaian, jasa dan sebagainya), pernyataan untuk memuji seseorang (sesuatu) dan memuliakan Tuhan. Dengan demikian pujian dapat diartikan sebagai bentuk pernyataan dan penghargaan yang tulus akan kebaikan sosok pribadi tertentu.

Dalam hal ini jika seseorang memuji Tuhan maka sebenarnya dirinya sedang menyatakan penghargaan yang tulus dari hatinya yang terdalam yang lahir dari kekaguman terhadap kebaikan Tuhan yang ia rasakan. Kekaguman ini menimbulkan suatu nyanyian yang juga lahir dari hati yang terdalam sebagai bentuk ekspresi yang indah dari dirinya.

Penyembahan:

Kata penyembahan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan sinonim sebagai pemujaan, memberikan arti yaitu cara atau perbuatan. Dan kata dasar penyembahan adalah sembah, artinya pertama sebagai pernyataan hormat dan khidmat, kedua perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan. Dengan perkataan lain penyembahan dapat dipahami sebagai pernyataan hormat baik dalam bentuk kata-kata ataupun perbuatan lengkap dengan bahasa tubuh yang mengikutinya yang pada dasarnya menunjukkan sikap hormat dengan penuh

kekhidmatan kepada pribadi yang dimuliakan. Perkataan hormat tersebut dapat berbentuk pemujaan, pengagungan, pengakuan, penghargaan, bahkan menyatakan kasih. Itu sebabnya bila disejajarkan dengan pujian, maka penyembahan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi, karena di dalamnya sudah mencakup arti pujian itu sendiri. 


 *Kesimpulan* :

Kehidupan seorang pemuji dan penyembah adalah sebuah proses bagaimana keintiman hidupnya dengan Allah. Dan hidup dalam kebenaran dan kekudusan merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin pujian dan penyembahan yang membawa orang lain masuk dalam hadirat Allah. Itu sebabnya karena kudusnya Allah, setiap pelayan yang mendekat harus atau bahkan wajib menjaga kebenaran dan hidup dalam kekudusan : sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:16). Satu dan lain, karena Dia adalah Allah yang Maha-tahu akan segalanya. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. (1 Samuel 2:3).

Pokok Doa :

1. Semakin banyak orang memahami dengan baik arti pujian dan penyembahan.

2. Semakin banyak orang membangun keintiman dengan Tuhan.

3. Semakin banyak orang hidup dalam kebenaran dan kekudusan.

4. Sebagai seorang pemuji dan penyembah Tuhan menjadi perkataannya agar tidak sombong atau suka mencaci maki.



Sabtu, 29 Agustus 2020

Warta Jemaat 30 Agustus 2020

 


Warta Jemaat,30 Agustus 2020

GSJA Tanjung Batu Wanea-Manado

Jalan Sam Ratulangi No. 316. Tanjung Batu - Wanea

Manado 95117 – Sulawesi Utara

 MENYENANGKAN HATI TUHAN

Zakharia 7: 1-14

Apa yang dapat membuat kita merasa senang? (Inggris “GLAD”) artinya bersinar. Senang hati dapat terekspresi dengan senyum. Pemazmur dalam Mzm 92:5  menyanyikan pujian tentang Tuhan: “Sebab telah Kau buat aku bersuka cita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.” Senang hati adalah suatu emosi yang sedang dirasakan atau pernah dirasakan oleh setiap orang pada suatu masa dalam hidupnya. Kita dapat membuat suatu daftar yang sangat panjang tentang apa yang dapat membuat saya atau  kita merasa senang. Tetapi apakah kita pernah merenungkan apa menyenangkan hati Tuhan?  Apa yang dapat menimbulkan senyum di wajah Tuhan? Apa yang membuat Tuhan senang? “Tiga hal yang pasti menyenangkan hati Tuhan”.

1.     Ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan (ayat 1-7)

Kita menyenangkan Tuhan ketika kita berbuat sesuatu untuk Tuhan. Kitab Zakharia pasal 7 menjelaskan keadaan yang terjadi 2 tahun setelah nabi Zakharia mendapat penglihatan-penglihatan dari Tuhan, yang dijelaskan dalam pasal-pasal sebelumnya. Pasal 7 menjelaskan kondisi dimana orang-orang Yahudi telah menyelesaikan kira-kira separuh dari pekerjaan membangun kembali Bait Allah. Tujuannya menurut ayat 2 adalah “untuk melunakkan hati Tuhan” atau dengan kata lain mereka datang untuk berdoa dan mencari perkenanan Tuhan. Tapi Tuhan bertanya: “Apakah engkau benar-benar melakukan doa puasa dan pengakuan dosa untuk Aku? Apakah semua ritual agama yang dilakukan karena engkau benar-benar bertobat dan siap untuk taat, ataukah karena engkau ingin memanfaatkan Aku untuk memperoleh apa yang engkau inginkan?”

2.     Ketika kita berbuat sesuatu yang benar untuk sesama (ayat 8-10)

Banyak orang berpikir bahwa  hubungan kita dengan Tuhan sama sekali tidak terkait dengan kualitas hubungan kita dengan sesama. Tetapi hal itu sia-sia. Rasul Yohanes menuliskan pada 1 Yoh 4: 20 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Pada Ayat 9: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!” “Laksanakanlah hukum yang benar.” masing.” Bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan? Perlakukanlah orang lain dengan benar dengan kebajikan, kesabaran, belas kasihan dan kasih sayang, sama seperti kita berharap orang lain memperlakukan kita.

3.     Ketika kita taat atas apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita (11-1)      

Rasa sakit yang paling dalam di hati Tuhan adalah karena anak-anak-Nya yang tidak taat. Pelanggaran kita menimbulkan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, atau bahkan penghukuman. Tetapi sebaliknya, ketaatan menimbulkan kesenangan dalam hati  Tuhan. Zakharia menekankan hal ini dalam ayat 11-14 dengan memperingatkan Israel tentang konsekuensi dari ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Bagaimana menyenangan hati Tuhan? Caranya adalah dengan menaati perintah Tuhan maka akan membawa kesenangan di dalam hati-Nya. 

Renungan:

Apakah kita ingin mengisi hati Tuhan dengan sukacita, berbuat untukNya, mengasihi sesam serta berjalan dalam ketaatan kepada-Nya? Kasih Tuhan kepada kita tidak pernah berubah. Ia selalu mengasihi kita terlepas dari apa kita lakukan terhadapNya. Saudara ingatlah bahwa sikap, perkataan, dan tindakan kita menentukan apakah kasih Tuhan itu kasih dalam keadaan marah, sedih, atau suka-cita.


Petugas Ibadah Minggu Bulan  September 2020

Tugas

6

13

20

27

WL

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

Ibu J. Anna Mait

Ibu J. Mailiangkay

Tim Musik

Armando dkk

Khotbah

Gembala

Pdt Z. Poluan

Pdt. S. Wolaumboh

 

Bpk D. Waabeng

Doa Persembahan & Syafaat

Ibu Y. Tombokan

Ibu M. Gosal

Ibu J. Palunsu

Ibu J. Kilay

Doa Penutup dan Berkat

Gembala

 

 

POKOK-POKOK DOA

·         Bagi keselamatan Rakyat Indonesia 7 kesejahteraan Bangsa Indonesia

·         Mohon hikmat dan Kebijaksanaan bagi pemerintah Indonesia, Pemerintah Sulawesi Utara, dan Pemerintah Manado

·         Berkat keteguhan iman jemaat dan kesiapan terlibat dalam penginjilan

·         Berkat kesehatan, lapangan pekerjaan, pendidikan jemaat

·         Berkat masa depan yang cemerlang bagi anak-anak dan pemuda gereja

·         Keterlaksanaan program-program gereja focus pada pemenangan jiwa baru

·         Jemaat terhindar dari Covid 19 dan segera boleh beribadah bersama di Gedung gereja

·         Terjadi Unity atau kesatuan jemaat

 

 

Sabtu, 01 Agustus 2020

ORANG KRISTEN YANG BERBUAH (YOHANES 15:1-8)

Khotbah :Pdt.Susandi
Di perumpamaan ini Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai "pokok anggur yang benar" dan orang percaya sebagai "ranting". 
Allah dilukiskan tukang kebun yang memelihara ranting-ranting itu supaya tetap berbuah (ayat 2, 8). Buah adalah kualitas tabiat Kristen yang memuliakan Allah melalui hidup dan kesaksian sehingga menjadi berkat bagi sesama. Allah mengharapkan agar semua orang percaya berbuah. Yesus berbicara tentang dua macam ranting (orang percaya) : Ada yang berbuah dan ada yang tidak berbuah. 
1. Ranting yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih. "Ranting-ranting" ini dipotong oleh Bapa, yaitu dipisahkan dari hubungan yang vital dengan Kristus (bd. Mat 3:10). Bila mereka tidak lagi tinggal dalam Kristus, Allah menghakimi dan menolak mereka (Yoh 15:6). 
2. Ranting-ranting yang berbuah adalah orang-orang yang memiliki hidup yang langgeng dengan Kristus lewat iman dan kasih Bagaimanakah cara untuk menjadi orang Kristen yang berbuah (hidup langgeng dengan Kristus) ?. Yohanes memberikan pengajaran, bagaimana seharusnya hidup orang Kristen agar tetap langgeng dengan Kristus yaitu 1. TINGGALLAH DI DALAM AKU (ayat 4). Setelah seseorang percaya kepada Kristus dan menerima pengampunan dosa, dia menerima hidup kekal dan kuasa untuk tetap tinggal di dalam Kristus. Setelah kuasa itu diberikan, orang percaya harus menerima tanggung jawab supaya tetap selamat dan tinggal di dalam Kristus. Orang percaya hanya mempunyai hidup Kristus selama hidup Kristus mengalir ke dalamnya dengan tetap tinggal di dalam Dia. 
Syarat-syarat untuk tinggal dalam Kristus ialah: 
(a) memelihara Firman Allah senantiasa dalam hati dan pikiran serta menjadikannya penuntun tindakan kita (ayat Yoh 15:7); 
(b) memelihara kebiasaan persekutuan yang intim dan tetap dengan Kristus supaya mengambil kekuatan daripada-Nya (ayat Yoh 15:7); 
(c) menaati perintah-perintah-Nya, tinggal dalam kasih-Nya (ayat Yoh 15:10) dan saling mengasihi (ayat Yoh 15:12,17); (d) memelihara kebersihan hidup kita melalui Firman Allah, menolak segala dosa dan tunduk kepada pimpinan Roh Kudus (ayat Yoh 15:2, 3). 
2. Ranting yang tidak Berbuah akan DIBUANG (Yoh 15:6). Dampak dari kegagalan untuk tetap tinggal di dalam Kristus adalah ketidakmampuan untuk berbuah (Yoh 15:4-5), dibuang dari Kristus dan kebinasaan (Yoh 15:2,6). Yesus memberikan peringatan yang serius namun penuh kasih bahwa ada kemungkinan orang percaya meninggalkan imannya, hubungan keselamatan di antara Kristus dan orang percaya bersifat progresif sementara Kristus hidup dalam orang percaya dan memberikan hidup ilahi kepadanya (Kol 3:4; 1Yoh 5:11-13; 3. Akibat bila Selalu Tinggal di dalam Kristus (Yoh 15:4) a. Hidupnya menjadi bersih dan jadi berkat (ayat 2b). b. Dapat melakukan banyak hal (5b) c. Ia menjadi murid Yesus (7b) d. Doanya dijawab oleh Tuhan (7) E. Sukacita menjadi penuh (11)