Mazmur
121:1-8
Pertolongan
Hanya Dari Tuhan
Pendahuluan :
Sebagai seorang raja (Daud) sudah tentu, dia berkuasa, kaya, juga
dikelilingi penasehat dan para ahli dalam berbagai bidang. Tetapi dalam Mazmur 121:1-8, diperlihatkan
bahwa Daud sedang mengalami pergumulan. Pergumulan ini membuatnya berusaha
keras untuk mendapatkan pertolongan.
Namun pertolongan tidak didapatkan dari manapun juga, rupanya masalah yang
dihadapinya terlalu besar untuk dapat ditolong, sampai Daud mengeluarkan
kata-kata “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung,
dari manakah akan datang pertolonganku ?”.
Pengalaman
dari pemazmur ini tidak asing bagi kita, sebab kitapun juga sering
menghadapinya. Akibat persoalan yang berat, terkadang ada orang yang kehilangan
iman, doa dan pengharapan, bahkan ada yang mulai menyalahkan Tuhan, dengan
mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak mendengar doa permohonannya,
dll. Dan pada akhirnya menyerah dengan
keadaan.
Ketika Daud berjuang
dengan masalah-masalahnya, dan ketika Daud menyerah, Tuhan mulai
menguatkan, mulai menolongnya dan akhirnya pemazmur mengakui “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang
menjadikan langit dan bumi”. Ia mulai sadar bahwa Tuhan tidak pernah
meninggalkan dirinya. Terkadang kitapun seringkali bertindak demikian, sampai
kita menyerah dengan usaha dan kekuatan kita sendiri. Sebab itu kita perlu
menyerahkan segala masalah dan pergumulan kita kepadaNya sebab Ia akan
bertindak.
Dari ayat 3 hingga ayat 8,
kita dapat menemukan rahasia dari pertolongan Tuhan:
1.
Tuhan menolong di MASA LALU
Pemazmur
mengakui bahwa Allah itu adalah Allah Israel. Istilah Allah Israel berhubungan
dengan sejarah masa lalu, berbicara soal pertolongan dan kehadiran Allah di
masa lalu. Allah telah terbukti kesetiaan dan kebaikanNya kepada umat Israel di
masa lalu. Ia membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Ia menuntun
melalui padang gurun, hingga masuk ke tanah perjanjian. Di tanah perjanjian
Allah tetap memberkati dengan memberikan kemenangan-kemenangan kepada bangsa
Israel. Tuhan tidak pernah tertidur,” Penjagamu
tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga
Israel”. Namun kesetiaan ini
juga diikuti oleh disiplin dari Tuhan apabila umat Israel mulai lupa akan
Tuhan. Inilah yang direnungkan oleh pemazmur ketika ia datang kepada Tuhan.
Tuhan dimasa lalu adalah Tuhan yang setia.
2.
Tuhan menolong di MASA KINI
Pemazmur juga merenungkan kalau Tuhan itu adalah Tuhan di masa
lalu, maka Ia juga adalah Tuhan di masa kini. Pemazmur katakan : Tuhanlah penjagamu, Tuhanlah naunganmu, di
sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang atau
bulan pada waktu malam. Pemazmur
setelah merenungkan pertolonganNya di masa lalu, ia dikuatkan dan meyakini
bahwa Tuhan itu juga menolong di masa pemazmur hidup. Pertolongan Tuhan begitu
nyata, hingga Ia menjadi pelindung pada waktu siang dan malam. Seringkali kita
juga tidak menyadari, bahwa banyak pertolongan Tuhan yang sedang dilakukanNya
baik yang kecil hingga yang besar. Hanya sering kelemahan kita juga seperti
kelemahan pemazmur, yaitu hanya melihat pertolongan yang besar saja, sedangkan
yang kecil sering luput dari pengamatan. Setelah sadar, pemazmur mulai mengucap
syukur kepada Allah.
3.
Tuhan Penolong di MASA AKAN DATANG
Pemazmur mulai yakin, apabila
Tuhan itu penolong dalam sejarah dan
juga di masa kini, maka Tuhan itupun adalah penolong di masa yang akan datang.
Pemazmur mengatakan : “Tuhan AKAN menjaga engkau terhadap segala
kecelakaan, Ia AKAN menjaga nyawamu. Tuhan AKAN menjaga keluar masukmu, dari
sekarang sampai selama-lamanya”.
Pertolongan di masa yang akan datang bagi pemazmur begitu penting.
Pemazmur menyadari bahwa persoalan dalam hidup manusia selalu ada, sebab itu
pemazmur percaya kepada Tuhan yang menjaga selalu langkah-langkahnya, baik ia
keluar rumah, maupun kembali kepada keluarganya.
Jadi ketiga
pertolongan Tuhan yang berhubungan dengan waktu kemarin, sekarang dan yang akan
datang, adalah suatu pertolongan Tuhan yang begitu nyata. Kita harus melihat
kasih Tuhan di masa lalu sebagai bukti bahwa Ia tidak pernah meninggalkan kita, sehingga kita dikuatkan
dan diteguhkan, jangan berputus asa. Kemudian berdasarkan pertolonganNya di
masa lalu, kita harus juga percaya bahwa Dia tetap berada bersama kita di masa
kini, menyertai dengan Roh Kudus-Nya. Kita juga harus percaya dan
menggantungkan hidup masa depan kita dalam tangan Yesus, karena Dia Allah yang
mahatahu tentang masa depan yang baik. Ia akan terus melaksanakan rencanaNya
dalam hidup kita hingga pda akhirnya. Paulus berkata dalam Filipi
1: 6 “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya,
yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhir pada hari Kristus Yesus”.
Kesimpulannya :
Allah yang kita sembah adalah
Allah yang setia, Ialah Bapa kita yang senantiasa membuka tanganNya untuk
menolong kita sesuai dengan kehendakNya. Jadi ingatlah, di tengah-tengah
kondisi saat ini, yang salah satunya dampak dari merebaknya Virus Corona di
Indonesia, kita harus tetap percaya dan bergantung penuh kepadaNya. Dialah
sumber kehidupan, kota benteng perlindungan dan kubu pertahanan kita
satu-satunya. Tuhan sudah menolong kita di masa lalu, Tuhan masih tetap setia
menolong di masa kini, dan Dia tetap akan menolong kita untuk masa datang.
Serahkanlah hidupmu dan segala persoalanmu kepadaNya.
by:Ps.Susandi
Renungan yang sangat menguatkan dimasa-masa sulit seperti ini. Terimakasih Pak Gembala Tuhan Yesus memberkati.
BalasHapus